cakrawalanews.co
Cakrawala Surabaya Headline Indeks

Antisipasi Covid-19 saat Libur Nataru, Kampung Tangguh Diharap Aktif

Sekretaris Komisi D DPRD Kota Surabaya, Akmarawita Kadir
Sekretaris Komisi D DPRD Kota Surabaya, Akmarawita Kadir

Surabaya, cakrawalanews.co –  Dalam antisipasi libur Natal dan Tahun Baru 2022, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memberikan arahan agar tidak terjadi perayaan yang berlebihan lantaran masih adanya potensi penyebaran Covid-19.

Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara mengatakan, dalam antisipasi terhadap libur Natal dan tahun baru (Nataru) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali memberikan arahan terhadap aktivitas kampung tanggung di Kota Surabaya.

“ Diharapkan para pengurus kampung tangguh ini untuk bisa menghimbau warganya agar tidak melakukan perayaan yabg berlebihan,” kata Febri, Senin (13/12/2021).

Febri menambahkan, nantinya akan ada koordinasi lebih lanjut dengan pihak kecamatan dan kelurahan serta Forkompimka.

Selain Kampung tangguh, Pemkot juga memberi perhatian khusus terhadap pusat-pusat keramaian.

“untuk mall dan pusat keramaian lainnya diharapkan tidak beroperasi 24 jam dan nanti akan dikoordinasikan lebih lanjut terkait kebijaakannya seperti apa,” ujarnya.

Sementara itu, Komisi D DPRD Surabaya Minta Pemkot untuk mengaktifkan kembali Satgas covid 19 dan Kampung Tangguh Untuk Pengawasan protokol kesehatan Masyarakat.

Sekretaris Komisi D DPRD Kota Surabaya, dr. Akmarawita Kadir mengatakan, jadi Pemkot Surabaya bisa mengaktifkan kembali Satgas Covid-19 yang sekarang saya lihat sudah longgar. Supaya tidak kejadian seperti tahun lalu.

“Benar pemerintah pusat telah membatalkan penerapan PPKM Level 3 di saat Nataru, namun semua itu dikembalikan lagi kepada pemerintah daerah masing-masing.”ujarnya kepada wartawan di Surabaya, Senin (14/12/21).

Ia menjelaskan, diaktifkannya kembali satgas Covid-19 dan kampung tangguh ini juga dikarenakan tahun depan juga bakal dilaksanakannya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) bagi pelajar di kota Surabaya.

“Ini kan juga PTM mau buka tahun depan. Jangan sampai kemudian ada kluster terus membuat PTM terganggu. Kasihan juga mereka sudah lama  belajar daring,” terang dr. Akmarawita Kadir.(hadi)