cakrawalanews.co
Cakrawala Surabaya Headline Indeks

Anas Karno: Makam Joko Jumput butuh perhatian pemkot Surabaya

Anas Karno (dua dari kanan) bersama wakil wali kota Surabaya Armuji saat mengunjungi makam Joko Jumput Senin (30/05/2022) malam
Anas Karno (kanan baju putih) bersama wakil wali kota Surabaya Armuji saat mengunjungi makam Joko Jumput Senin (30/05/2022) malam

Surabaya, cakrawalanews.co – Joko Jumput, tokoh legenda yang kerap menjadi lakon dalam seni pementasan ludruk khas Surabaya. Dari hikayat cerita, Joko Jumput merupakan sepupu dari Joko Berek atau yang biasa dikenal orang Surabaya, dengan nama Sawunggaling.

Joko Jumput merupakan putra pembesar Mataram, yang sengaja menyembunyikan identitasnya. Kemudian dipungut oleh perempuan dari Praban Kinco, yang kelak dikenal orang sebagai mbok Rondo Praban Kinco. Ibu Joko Jumput dikenal sebagai pembuat jamu. Di daerah Praban pernah diketemukan sebuah lesung dan pipihan untuk membuat jamu, dan kedua benda ini diyakini orang sebagai barang peningggalan Mbok Rondo Praban Kinco.

Memang berabad abad kemudian didaerah ini ada penjual jamu yang terkenal konon katanya sakit apa saja kalau minum jamu di sini pasti akan sembuh penyakitnya.

Cerita yang terkenal dari legenda Joko Jumput, adalah kisah sayembara yang diadakan Kusumaning Ayu Purbawati putri dari Adipati Jayengrono II penguasa Surabaya. Yang diceritakan dalam Babad Surabaya.

Sayembara tersebut memicu pertarungan antara Raden Situbondo dan Raden Joko Truno yang beradu kesaktian membuka alas Surabaya. Kemudian Joko Jumput yang juga berniat meminang Putri Purbawati. Di akhir cerita Joko Jumput pemenangnya yang kemudian menikahi Putri Purbawati.

Dari peristiwa tersebut muncul sejumlah nama tempat di Surabaya. Seperti Petemon Kali, tempat Raden Joko Truno terjepit pohon di pinggir sungai. Banyu Urip tempat Raden Truno membasuh luka yang kemudian sembuh. Joko Dolog, yang disebut merupakan bentuk Raden Truno menjadi arca. Dan juga daerah Situbondo tempat kepala Raden Situbondo yang dibuang Joko Jumput di timur jauh Surabaya.

Kompleks Makam Joko Jumput bisa ditemukan di Jalan Praban yang menjadi pusat bisnis kota Surabaya. Di kompleks makam tersebut ada makam Mbok Rondo Praban Kinco, Putri Purbawati, serta pengawal Joko Jumput. Ada juga lesung yang merupakan alat menumbuk ramuan jamu Mbok Rondo Praban Kinco. Kompleks makam tersebut berupa gang sempit yang diapit dua toko sepatu. Tidak banyak masyarakat Surabaya yang tahu, akan keberadaan situs bersejarah tersebut.

Berita Lainnya :  Pasca kebakaran Pasar Kembang, Dewan Berharap Pedagang tak Jualan di jalan

Keberadaan kompleks Makam Joko Jumput menarik perhatian Wakil Wali Kota Surabaya Armuji, Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya Anas Karno, dan anggota Komisi D DPRD Surabaya sekaligus ketua pansus Raperda Cagar Budaya, Siti Maryam.

Mereka mendatangi kompleks makam pada Senin malam (30/05/2022), untuk menyambut Hari Jadi Kota Surabaya ke 729.

Anas Karno berharap, pemerintah kota Surabaya memberikan perhatian terhadap keberadaan kompleks Makam Joko Jumput. “Joko Jumput disebut sebagai tokoh sejarah yang mbabat alas Surabaya. Yang selama ini kompleks makamnya belum pernah tersentuh pemkot Surabaya,” imbuhnya.

Sebagai warga asli Surabaya, Anas Karno berharap, supaya kompleks makam ini dijadikan kawasan cagar budaya. “Dengan demikian kompleks makam ini lebih terawat dan bisa dikembangkan design arsitektur luarnya. Supaya warga Surabaya tahu kalau disini ada makam sejarah yang mbabat alas Surabaya. Kalau sekarang ini saya yakin, banyak warga yang tidak tahu. Apalagi keberadaannya dihimpit dua toko sepatu,” jelasnya.

Menurut anggota Fraksi PDIP DPRD Surabaya tersebut, ketika masyarakat luas tahu akan keberadaan situs bersejarah itu, merekapun akan turut menjaga kelestariannya.

“Agar bisa diteruskan ke generasi berikutnya, yaitu anak cucu kita. Supaya bisa terus menjaga warisan ini. Selalu ingat akan warisan budaya leluhur kita,” pungkas Anas Karno.(hadi)