8 Kabupaten Dan 2 Kota di Jatim Raih Penghargaan IAA 2017

oleh -1 Dilihat

Surabaya, cakrawalanews.co – Tidak hanya Provinsi Jawa Timur yang meraih penghargaan Indonesia’s Attractiveness Award (IAA) 2017. Sebanyak 8 kabupaten dan 2 kota di Jatim pun berhasil meraih penghargaan serupa, karena komitmennya membangun daerah menjadi lebih baik.

Penghargaan kategori kabupaten terbaik diraih Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Malang, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Gresik, Kabupaten Jember, dan Kabupaten Tuban.

Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Pasuruan juga meraih penghargaan kabupaten terbaik untuk kategori investasi. Sedangkan Kabupaten Tuban meraih penghargaaan sebagai kabupaten potensial untuk kategori investasi. Kabupaten Sidoarjo juga berhasil meraih penghargaan sebagai kabupaten terbaik untuk kategori infrastruktur. Penghargaan kabupaten terbaik untuk kategori pariwisata juga diraih Kabupaten Banyuwangi.

Sementara penghargaan kategori kota terbaik diraih Kota Surabaya dan Kota Malang. Kedua kota tersebut juga meraih penghargaan lainnya. Kota Surabaya meraih penghargaan kota terbaik untuk kategori infrastruktur dan Kota Malang meraih kota potensial untuk kategori pariwisata.

Usai penyerahan penghargaan Indonesia’s Attractiveness Award (IAA) 2017 di Java Ballroom The Westin Jakarta, Jumat (29/9) malam, Bupati Sidoarjo H Saiful Illah mengaku bangga dan bersyukur atas penghargaan yang diraih. Semua raihan Sidoarjo merupakan buah manis atas segala jerih payah unsur Pemerintah dan masyarakat Sidoarjo yang terus berjuang menata daerahnya menjadi lebih baik.

Sidoarjo pasca terjadi bencana lumpur Lapindo tahun 2006, infrastruktur menjadi hancur dan perekonomian menurun drastis. Tapi dalam kurun waktu 10 tahun, Sidoarjo kembali menggeliat dan berhasil tumbuh menjadi kabupaten yang layak dikatakan makmur dan perekonomian masyarakatnya meningkat tajam.

Seperti diketahui, penilaian IAA dilakukan terhadap kabupaten/kota yang lolos nominasi. Penentuan nominasi dilakukan dengan 3 indikator, yaitu kontribusi PDRB terhadap PDRB Provinsi diatas 20% atau PDRB diatas rata-rata PDRB koridor, pertumbuhan PDRB lebih besar dari rata-rata pertumbuhan per Koridor atau PDRB Per Kapita lebih besar dari rata-rata PDRB Per Kapita Koridor, serta kabupaten/kota yang tidak lolos indikator pertama dan kedua tetapi mendapatkan penghargaan IAA 2016. (CN1)