Scrol ke Bawah
Example 300x600
Cakrawala DaerahCakrawala NewsHeadline

BNPB Tambah Pompa Kapasitas Besar untuk Percepat Penanganan Banjir Lamongan

×

BNPB Tambah Pompa Kapasitas Besar untuk Percepat Penanganan Banjir Lamongan

Sebarkan artikel ini
Bupati Lamongan dan Bidang Penanganan Darurat BNPB
Bupati Lamongan dan Bidang Penanganan Darurat BNPB

Cakrawalanews.co- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) resmi menambah satu unit pompa mobile berkapasitas 500 liter per detik guna mempercepat penurunan debit air banjir yang merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Budi Irawan, menegaskan bahwa penambahan ini merupakan langkah prioritas mengingat kondisi tinggi muka air saat ini belum memungkinkan untuk mengalir keluar secara alami atau optimal.

Konten Sponsor

“Kami ingin persoalan banjir di Lamongan bisa terselesaikan. Yang paling penting adalah bagaimana menambah pompa dan melihat kemungkinan penggunaan pompa berkapasitas besar agar air di daerah terdampak bisa segera teratasi,” ujarBudi Irawan saat meninjau lokasi terdampak di Dusun Meluke, Desa Sidomulyo, Kecamatan Deket, pada Jumat.

Menarik Dibaca:  DPRD Surabaya Dukung Penataan Jaringan Utilitas, Pengusaha Diminta Taat Perizinan

Selain bantuan pompa mobile, BNPB juga menyalurkan dukungan logistik berupa lima unit perahu dan tenda operasional untuk memperkuat penanganan di lapangan. Bantuan ini melengkapi 15 unit pompa yang sebelumnya sudah beroperasi, ditambah dua pompa aktif lainnya yang memiliki kapasitas rata-rata 549 liter per detik dengan durasi kerja hingga 14 jam setiap harinya.

Dalam rangkaian tinjauan tersebut, BNPB juga menyempatkan diri mengunjungi UPTD PSDA Kuro untuk memastikan seluruh infrastruktur pompa berfungsi maksimal dalam menyedot genangan.

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menjelaskan bahwa sistem pompanisasi menjadi solusi paling efektif untuk saat ini. Hal ini dikarenakan adanya selisih ketinggian muka air di kawasan genangan dengan aliran Bengawan Solo yang mencapai sekitar 66 sentimeter. Menurutnya, kondisi tersebut menyebabkan air tidak dapat mengalir keluar secara gravitasi, sehingga ketergantungan pada mesin pompa sangat tinggi untuk mempercepat proses surutnya air.

Menarik Dibaca:  Skor Tembus 91,83, SAKIP AA Surabaya Lampaui Rata-Rata Nasional

Banjir di kawasan Bengawan Jero sendiri dipicu oleh kombinasi intensitas hujan yang tinggi serta kiriman air dari 15 kecamatan yang bermuara di saluran tersebut.

Situasi semakin sulit karena pintu air Kuro belum dapat dibuka akibat debit air Bengawan Solo yang masih meluap. Selain faktor cuaca, luapan Waduk Gondang turut memperparah keadaan karena kapasitas tampungnya menurun hingga 65 persen akibat pendangkalan, yang kini tengah diupayakan penanganannya melalui normalisasi sungai dan pendalaman waduk oleh pemerintah daerah bersama BBWS.( wa/ar)

Menarik Dibaca:  Pasar Takjil Banyuwangi: Strategi Pemkab Gerakkan Ekonomi Rakyat di Bulan Ramadhan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 300x600