Cakrawalanews.co-PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Malang bergerak cepat menyediakan layanan Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) di Kota Malang guna mendukung kelancaran operasional becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto. Untuk tahap awal, sebanyak empat unit SPLU telah disiagakan yang tersebar di dua lokasi strategis, yakni di Jalan Sriwijaya dan area Kantor PLN UP3 Malang. Langkah ini diambil sebagai respons atas penyaluran bantuan 200 unit becak listrik bagi para pengemudi becak di wilayah tersebut.
Manager PLN UP3 Malang, Agung Wibowo, menjelaskan bahwa pemilihan lokasi pengisian daya tersebut telah dikoordinasikan dengan Pemerintah Kota Malang. “Kami bergerak cepat untuk mendukung becak listrik, sesuai arahan Pak Wali Kota bahwa lokasi yang bisa dipakai ada empat, dua di Jalan Sriwijaya dan dua di Kantor PLN UP3 Malang,” kata Agung. Setiap unit SPLU telah disesuaikan dengan spesifikasi teknis baterai becak listrik yang menggunakan adaptor charger berdaya 160 watt dengan kemampuan pengisian 0,96 kWh per jam. Mengingat kapasitasnya, pengisian daya dari kondisi kosong hingga penuh membutuhkan waktu sekitar delapan jam.
Mengenai biaya operasional, pengemudi yang melakukan pengisian di Kantor PLN UP3 Malang dikenakan tarif maksimal Rp2.500 untuk pengisian dari nol hingga penuh. Tarif ini bersifat proporsional, di mana pengemudi akan membayar lebih murah jika sisa baterai masih tersedia cukup banyak saat mulai mengisi. Terkait kebijakan biaya, Agung menambahkan, “Harapan kami beberapa hari ke depan, bagi pengemudi becak yang mengecas di UP3 Malang bisa jadi digratiskan.” Sementara itu, untuk SPLU di Jalan Sriwijaya, PLN memberikan subsidi berupa token listrik sebesar 1.000 kWh yang dibagi untuk dua mesin pengisian.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyambut baik kolaborasi ini dan menyatakan bahwa empat titik tersebut hanyalah langkah awal. Pemerintah Kota saat ini tengah memetakan titik-titik potensial lainnya, termasuk di area wisata dan aset milik pemerintah, untuk memperluas jaringan pengisian daya baik dalam bentuk SPLU maupun SPKLU bagi pengguna motor listrik. “Titik lain seperti tempat wisata dan aset milik pemerintah kota, kami memberikan kesempatan kepada PLN untuk memasang SPLU maupun juga SPKLU,” ujar Wahyu. Ia menekankan bahwa penyediaan fasilitas ini merupakan langkah nyata dalam mewujudkan transisi energi melalui transportasi umum yang ramah lingkungan, sembari menutup dengan penegasan, “Saya katakan ini adalah bentuk kerja sama yang baik.”( wa/ar)














