Cakrawalanews.co-Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Malang, Muhammad Athoillah, menjelaskan bahwa mayoritas menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tersebut akan beralih ke hidangan makanan kering selama bulan Ramadhan 2026. Langkah ini diambil sebagai bentuk penyesuaian berdasarkan arahan dari Badan Gizi Nasional (BGN). Athoillah menyebutkan bahwa pemilihan jenis makanan ini bertujuan menjaga kualitas asupan agar tetap layak dikonsumsi hingga waktu berbuka puasa tanpa risiko basi.
Dalam pelaksanaannya, paket makanan yang dibagikan akan menggunakan kemasan khusus. “Kami (selama Ramadhan) mengirimkan menu MBG dalam bentuk kemasan, seperti buah, roti, telur, dan susu,” kata Athoillah pada Jumat (20/2/2026). Ia juga menekankan pentingnya menghindari komposisi bahan yang cepat rusak, dengan menyatakan, “Kalau bisa tidak menggunakan santan dan sejenisnya.” Hingga saat ini, Kota Malang telah mengoperasikan 61 dapur MBG yang tersebar di setiap kecamatan untuk mendukung distribusi tersebut.
Terdapat perubahan jadwal pendistribusian paket MBG yang kini dilakukan pada siang hari, berbeda dari jadwal pagi hari di luar bulan puasa. Namun, ketentuan ini bersifat fleksibel tergantung pada latar belakang sekolah. Untuk sekolah yang mayoritas muridnya non-Muslim, pengiriman tetap dilakukan sesuai jadwal normal dengan penyajian menggunakan ompreng. Hal serupa berlaku bagi pondok pesantren yang tetap mendapatkan suplai makanan basah menggunakan ompreng, meski saat ini baru satu pesantren di Kota Malang yang terdaftar menerima distribusi tersebut.
Program ini juga tetap menjangkau kelompok prioritas lainnya seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B) dengan skema yang bervariasi. Menurut Athoillah, menu makanan basah dikirimkan setiap Senin dan Kamis untuk kelompok ini. Sementara itu, untuk hari-hari lainnya, pemberian asupan disesuaikan dengan jadwal tertentu. “Lalu Selasa dan Rabu diberikan makanan kemasan. Jumat dan Sabtu makanan kering,” pungkasnya.( wa/ar)














