Cakrawalanews.co – Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan pada Jumat pagi. Tercatat gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut mengalami tujuh kali erupsi beruntun dengan ketinggian kolom abu yang bervariasi antara 500 meter hingga 1 kilometer di atas puncak kawah.
Rangkaian erupsi dimulai sejak dini hari, tepatnya pukul 00.14 WIB. Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, menjelaskan bahwa letusan pertama tersebut menghasilkan kolom abu setinggi 700 meter dengan warna putih hingga kelabu yang bergerak ke arah utara. “Erupsi pertama terjadi pada pukul 00.14 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 700 meter di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara. Saat laporan itu dibuat, erupsi masih berlangsung,” kata Liswanto dalam keterangan tertulisnya.
Tak berselang lama, erupsi kedua terjadi pukul 00.24 WIB dengan karakteristik serupa. Memasuki pagi hari, aktivitas berlanjut dengan erupsi ketiga dan keempat pada pukul 05.18 WIB dan 05.23 WIB, meskipun secara visual letusannya tidak teramati dengan jelas. Kondisi ini diikuti oleh letusan-letusan berikutnya pada pukul 05.48 WIB, 05.56 WIB, hingga erupsi kuat pada pukul 07.15 WIB. Pada erupsi pukul 05.48 WIB, tinggi kolom abu bahkan mencapai puncaknya hingga 1 kilometer. “Kemudian pukul 05.48 WIB, Gunung Semeru erupsi kembali dengan tinggi letusan mencapai 1 kilometer di atas puncak dengan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah timur,” tutur Liswanto.
Hingga saat ini, Gunung Semeru masih bertahan pada status Level III (Siaga). Menanggapi kondisi tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi ketat bagi keamanan masyarakat. Liswanto menegaskan bahwa warga dilarang keras melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga sejauh 13 kilometer dari pusat erupsi. Selain itu, masyarakat diminta menjauhi tepi sungai dalam radius 500 meter di sepanjang Besuk Kobokan karena adanya potensi perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer.
Selain ancaman aliran lahar, bahaya lontaran batu pijar juga menjadi perhatian serius bagi siapa pun yang mendekati area kawah. “Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar),” tegasnya. Masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat juga diminta untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir lahar dingin, terutama saat curah hujan tinggi di wilayah puncak.( wa/ar)














