Menko PMK Apresiasi Berbagai Sektor Tangguh yang Telah Terbentuk di Surabaya

Juni 25, 2020

Menko PMK muhajir efendy saat meninjau salah satu stand dipasar genteng surabaya, kamis 25/06/2020

Surabaya, cakrawalanews.co – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, meninjau protokol kesehatan yang telah diterapkan di Pasar Genteng Baru dan Kampung Tangguh Genteng Candirejo Surabaya, Kamis (25/06/20).

Didampingi Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini Menko PMK meninjau lokasi pasar Mulai stand pedagang camilan, ikan kering, hingga pedagang ikan basah, tak luput dari tinjauannya.

Bahkan, dalam tinjauannya itu, Wali Kota Risma bersama Menko PMK ini juga sempat beberapa kali mengobrol bersama pedagang di dalam pasar.

Sekitar 15 menit berada di dalam pasar, mereka pun kemudian berjalan kaki menuju salah satu Kampung Tangguh yang berada di sisi barat pasar itu.

Menko PMK tampak terkejut dengan protokol kesehatan yang ada di kampung itu. Pasalnya, sebelum masuk, mereka harus melewati pemeriksaan protokol kesehatan oleh Satgas Covid-19.

Menko PMK, Muhadjir Effendy mengaku sangat mengapresiasi kebijakan Pemkot Surabaya dalam mencegah penyebaran Covid-19, dengan tetap menjaga stabilitas roda perekonomian masyarakatnya itu.

“Pasar Genteng Baru adalah salah satu pasar yang dijadikan Pemkot Surabaya untuk pelayanan pasar tradisional yang sudah mulai menerapkan protokol kesehatan,” kata Muhadjir di sela tinjauannya.

Menurut dia, salah satu kesulitan di Pasar Tradisional itu terutama adalah saling jaga jarak atau physical distancingnya, baik antara penjual dan pembeli. Salah satunya adalah Pasar Genteng Baru Surabaya yang selalu ramai dikunjungi para pembeli.

“Kalau yang protokol dasar, seperti hand sanitizer, cuci tangan sebelum masuk dan pakai masker itu sudah dipatuhi. Dan itu sudah bagus tinggal meningkatkan yang lain,” ujar Muhadjir.

Meski begitu, Muhadjir sangat mengapresiasi upaya Wali Kota Risma dengan membentuk berbagai sektor tangguh di Surabaya dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Seperti Kampung Tangguh, Pasar Tangguh, Mal Tangguh, hingga Rumah Ibadah Tangguh.

“Jadi kuncinya sebetulnya adalah kepatuhan masyarakat. Tadi perjalanan saya dari bandara ke sini, sudah banyak warga yang mematuhi menggunakan masker,” ungkap dia.

Namun demikian, ia kembali mengingatkan kepada warga Surabaya agar tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Apalagi selama ini pemerintah pusat sangat menaruh perhatian untuk Jawa Timur dan khususnya Surabaya.

“Jadi kalau kita ingin Surabaya (Covid-19) ini segera turun, warga Surabaya tidak menunggu diingatkan, diawasi oleh aparat, tapi dengan kesadaran sendiri. Mari kita mengawasi diri kita sendiri-sendiri,” pungkas dia.(hadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *