cakrawalanews.co
Cakrawala Jateng Indeks

Komunitas #kelaslegislatif Soroti Penyaluran Bansos Tunai Ditengah Pandemi

Tegal. Cakrawalanews.co –  Sekelompok anak muda Kabupaten Tegal yang tergabung dalam komunitas #kelaslegislatif bersama dengan Dinas Sosial Kabupaten Tegal dan Kantor Pos Tegal melakukan diskusi Webinar menggunakan aplikasi Zoom, Senin (09/11/2020).

Diskusi tersebut berkaitan dengan Bantuan Sosial Tunai (BST) bagi masyarakat setempat yang terdampak Covid-19. Sebagai narasumber adalah Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tegal, Akademisi dan Pemerhati Budaya.

Koordinator #Kelaslegislatif Kabupaten Tegal Dedi Kusdiyanto yang juga sebagai moderator kegiatan tersebut sebagai pembuka menyampaikan jangkauan dampak Covid-19 sangat luas di 483 Kota, 514 Kabupaten, 7.094 Kecamatan dan 83.477 Desa di 33 Provinsi.

Seiring dengan itu tentu bantuan yang disalurkan oleh Pemerintah sangat banyak dan cenderung membuat bingung masyarakat dalam hal teknis.

Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Tegal Nurhayati, menjelaskan, ada berbagai macam bantuan dari Pemerintah berikut BST yang teknisnya disalurkan melalui Kantor Pos kepada KPM (Keluarga Penerima Manfaat).

Dikatakan, Jika tidak tepat sasaran hal itu bisa terjadi karena ketidaksesuaian data sehingga penyaluran bantuan tersebut tidak sampai ke penerima manfaat Yang terdampak Covid-19.

Maka perlu adanya pembaharuan data secara berkala. “Sedangkan untuk memperoleh validasi data penerima bantuan perlu adanya dukungan dari Pemerintah Desa”, kata Nurhayati.

Sudirman Said Selaku Akademisi dan juga sebagai Sekjen PMI Nasional, menjelaskan, penyaluran BST teknisnya harus tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat mengingat vaksin Covid-19 belum bisa menjadi andalan.

Selanjutnya, Teguh Puji Harsono meyampaikan, Dalam masyarakat tradisi memiliki cara berfikir transendental yang mana tidak membutuhkan legitimasi negara dan uji klinis.

Sementara, statmen Sudirman Said bahwa ternyata vaksin bukan menjadi andalan maka diskursus legal formal yang mengandalkan paradigma berdasar logika dan materil semata, harus direvitalisasi, menyeimbangkan dengan yang bersifat transendental.