cakrawalanews.co
Cakrawala Bisnis Indeks

Eco Enzyme Larutan Sapu Jagat Sahabat Lingkungan 

Oleh: Bachtiar Djanan *)

Di tengah hiruk-pikuk jalan raya kota Medan, satu paket dengan polusi udara dari asap knalpot kendaraan bermotor yang padat berlalu-lalang, kampus Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB) bagaikan sebuah oase. Masuk di area kampus yang berada di wilayah Sei Sikambing ini, semua orang pasti langsung merasakan atmosfer yang sangat berbeda, yaitu udara yang segar dan sejuk, lingkungan hijau, asri, rapi, serta suasana yang ramah.

Semua tak lepas dari peran tim Bagian Taman dan Kebersihan, yang dikomandani oleh Bang Jumadi, demikianlah orang memanggil Jumadi, SP., Kabag Taman dan Kebersihan di lingkungan Universitas Panca Budi, Perguruan Panca Budi, dan berbagai unit usaha yang berada dalam naungan Yayasan Prof. DR. H. Kadirun Yahya.

Namun selain merawat lingkungan kampus agar tetap bersih dan hijau lestari, Bang Jumadi bersama 31 orang anggota timnya juga melakukan banyak eksplorasi yang menarik: bereksperimen dengan sampah.

Selain menjaga kebersihan kampus, mengumpulkan sampah, serta memilah jenis-jenis sampah anorganik dan organik, tim ini juga mengaplikasikan upaya daur ulang sampah organik, salah satunya dengan mengembangkan produk ECO-ENZYME.

Eco-enzyme merupakan cairan fermentasi dari limbah organik buah-buahan, sayur, batang sayur, dan sampah organik lainnya, yang dicampur dengan molase (gula tetes tebu) atau gula merah, yang difermentasi selama 100 hari. Walaupun berasal dari sampah organik, namun setelah fermentasinya jadi, eco-enzyme sama sekali tidak berbau busuk, bahkan cenderung beraroma seperti wine atau tape, dan segar.

Eco enzyme adalah hasil riset dari Dr. Rosukon Poompanvong, founder Asosiasi Pertanian Organik (Organic Agriculture Association) dari Thailand. Ia menerima penghargaan dari FAO (Food and Agriculture Organization, Organisasi Pangan dan Pertanian) PBB atas penemuannya ini. Kemudian Dr. Joean Oon, Direktur The Centre for Naturopathy and Protection of Families di Penang Malaysia, membantu untuk menyebarluaskan segudang manfaat dari Eco-enzyme ini.

Eco-enzym bisa dikatakan sebagai cairan sapu jagat dengan beribu manfaat. Bisa digunakan sebagai pupuk tanaman, menyuburkan tanah, meningkatkan kualitas dan rasa buah serta sayuran, mengusir hama atau hewan yang mengganggu di sekitar rumah, seperti kecoa, semut, lalat, nyamuk, dan serangga lainnya, sebagai campuran pakan ternak dan ikan, mempercepat dekomposisi kompos, bahkan bisa berfungsi sebagai cairan untuk membersihkan rumah, mencuci baju, cuci piring, sayur, buah, sampai untuk mandi, keramas, sikat gigi, dan untuk perawatan kulit tubuh serta kulit wajah wanita (berupa produk jamur eco-enzyme).

Selain itu, cairan serba guna ini bisa berfungsi untuk membersihkan air yang tercemar (untuk diaplikasikan di sungai, di selokan, di mata air) , bahkan saat proses pembuatan eco-enzym akan terjadi pelepasan gas ozon (O3) yang akan mengurangi karbondioksida di atmosfer yang memperangkap panas di awan, sehingga mengurangi efek rumah kaca dan global warming.

Saat ini di Sumatera Utara, UNPAB telah dikenal sebagai kampus yang ikut mempelopori dan memotori aplikasi eco-enzyme di masyarakat, dengan konsisten, dan dengan skala yang cukup besar. Di “bengkel” Bagian Taman dan Kebersihan, setiap harinya diproses beratus-ratus liter fermentasi sampah organik untuk membuat eco-enzyme.

Pada situasi covid-19 ini, di kampus UNPAB eco-enzyme juga banyak digunakan sebagai pengganti desinfektan, baik untuk bilik sterilisasi yang aman bagi manusia, juga untuk penyemprotan ruangan dan area publik sebagai pengganti desinfektan, serta sebagai sanitizer dan antiseptic.

Bang Jumadi pun secara pribadi tak kenal lelah mengujicoba eco-enzyme ini. Kini bapak dua orang putri ini tengah menggarap 1/4 hektar lahan pertanian padi miliknya dengan eco-enzyme, tanpa pupuk kimia dan pestisida. Keluarga pria kelahiran Kota Rantang, Hamparan Perak, Deli Serdang, Sumatera Utara, 47 tahun yang lalu ini, di rumahnya juga selalu menggunakan eco-enzyme untuk segala keperluan rumah tangga sehari-hari.

Dengan mempertimbangkan berbagai manfaatnya yang luar biasa, maka sudah saatnya eco-enzym dengan berbagai varian proses dan kombinasi bahannya, bisa diprioritaskan untuk diriset lebih mendalam oleh kampus, sebagai penelitian akademik yang bakal tak ada habisnya diriset, untuk berbagai disiplin ilmu. Demi lestarinya alam dan lingkungan hidup, serta bagi kemaslahatan masyarakat.

Selamat berkarya dan berjuang untuk Bang Jumadi dan tim, serta bagi segenap relawan eco-enzyme, dan para pejuang lingkungan hidup di seluruh penjuru nusantara. Salam lesteri

*) Penulis adalah wakil ketua NGO. Hidora