cakrawalanews.co
Cakrawala Jatim Indeks

DPRD Jatim Minta Pengembang Proyek Bandara Kediri Tetap Perhatikan Sistem Drainase

Surabaya. Cakrawalanews.co – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur meminta agar pihak pengembang atau pelaksanaan proyek pembangunan Bandara di Kediri untuk mengecek ulang sistem drainase atau saluran pembuangan airnya. Permintaan ini setelah ada masukan dari warga di kecamatan Grogrol, Banyakan, dan Tarokan kediri khawatir apabila pembangunan bandara kediri jadi bisa berdampak banjir di tiga kecamatan tersebut.

Anggota DPRD Jatim, Sabron A Pasaribu ditemui di kabupaten Kediri, Kamis (17/9) mengatakan saat serap aspirasi di daerah kecamatan Grogol tersebut warga menanyakan dan mengeluhkan terkait sistem drainase atau saluran pembuangan airnya tersebut. “Permasalahan ini harus diperhatikan oleh pengembang atau pemilik Bandara Kediri sebelum bandara ini selesai dibangun. Jangan sampai sudah jadi permasalahan drainase muncul kembali. Mengingat dalam laporan warga terutama di kecamatan Tarokan yang terdampak pembangunan bandara kediri ini menilai bahwa struktur tanahnya lebih tinggi dari tanah milik warga, dan ini nanti apabila tidak diatur sistem drainase akan berakibat banjir,”papar Sabron Politisi asal fraksi Golkar Jatim.

Lebih lanjut, Sabron yang juga anggota komisi D bidang Pembangunan ini, juga akan membawa aspirasi warga kediri tersebut langsung menanyakan Kementerian Perhubungan dan PUPR agar memperhatikan keluhan dari warga kediri terkait sistem drainase. “Biar pembangunan ini berjalan dengan baik, Kami harap pihak Bandara juga mendengarkan keluhan tersebut, jangan sampai mengorbankan hak dan kewajiban masyarakat di sekitar Bandara tersebut,”harapnya Sabron yang juga politisi asal Dapil Kediri.

Selain masalah drainase bandara Kediri, Masyarakat di wilayah Kabupaten Kediri juga mengeluhkan sistem irigasi serta pipanisasi di kecamatan Grogol yang saat ini perlu dibangun lagi, dan pembangunan jembatan di daerah kandangan kediri.
Kemudian selanjutnya yaitu, Petani juga mengeluhkan terkait kelangkaan pupuk dimasa tanam ini. Begitu juga saat musim panen. Dimana harga panen dari petani anjlok akibatnya barang impor masuk ke Indonesia. “Kebetulan saya di bidang pembangunan. Maka keluhan dari masyarakat akan mengawal, mengawas dan memperjuangkan agar terlaksana,” paparnya.

Dalam kesempatan serap aspirasi di kediri ini, Sabron juga mengajak masyarakat mengajak masyarakat untuk perang melawan covid 19. Yaitu tetap menggunakan masker saat keluar rumah, serta tetap memperhatikan protokol kesehatan menjaga jarak, cuci tangan dan gunakan handsaniteser.

“Pemprov Jatim juga telah mengesahkan perda tentang Covid 19 dan Gubernur juga telah mengeluarkan pergub turunan dari perda covid 19 tersebut. Dimana salah satunya yaitu penggunan masker. Apabila masyarakat tidak menggunakan masker akan di denda langsung. Namun untuk denda tersebut berbeda tiap daerah karena denda itu menunggu surat turunan dari pergub yaitu peratura dari Bupati/Walikota masing – masing,”pungkasnya. (Caa)