Pemkot akan Gandeng SCG Kolaborasi Implementasikan Ekonomi Sirkular

Februari 20, 2020

Jakarta, Cakrawalanews.co  – Wakil Wali Kota Tegal Muhamad Jumadi, S.T., M.M.,didampingi Kepala Kantor Dinas Lingkungan Hidup, Ir. Resti Dirjo Prihanto berkesan dengan dilaksanakan SD Symposium yang diselenggarakan pertama kali di Indonesia oleh perusahaan asal Thailand Siam Cement Group (SCG), dalam upaya mengimplementasikan ekonomi sirkular di seluruh wilayah Indonesia.

Ketertarikan Jumadi terhadap konsep ekonomi sirkular yang diusung SCG, akan ditindaklanjuti dengan mengundang perusahaan raksasa semen Thailand ke Kota Tegal untuk berkolaborasi memanfaatkan teknologi untuk kemajuan pembangunan Kota Tegal.

“Symposium ini bagus dalam rangka penanganan sampah plastik dan implementasinya di semua wilayah di Indonesia. Saya undang ke Tegal agar memberikan kontribusinya kepada Kota Tegal sekaligus diimplementasikan teknologinya di Kota Tegal,” ungkap Jumadi usai mengikuti SD Symposium Indonesia 2020 yang kembali mengambil tema “SD Symposium Indonesia 2020: Circular Economy, Collaboration for Action”, di Hotel Ritz Carlton Mega Kuningan Jakarta, Kamis (20/02/2020).

Dijelaskan lebih lanjut oleh Jumadi, teknologi yang bisa dimanfaatkan misalkan teknologi untuk toilet yang bisa digunakan langsung otomatis dan bisa mendukung serta ramah lingkungan sehingga bersih dan nyaman serta tertata rapi. Penerapan teknologi tersebut disebut Jumadi mungkin yang pertama di Indonesia, karena dalam symposium yang pertama di Indonesia hasilnya akan diimplementasikan di Kota Tegal dan sungai Citarum. “Jadi hasil symposium ini kita coba implementasikan di Kota Tegal,” tegas Jumadi.

Terkait kolaborasi yang akan dilaksanakan antara Pemerintah Kota Tegal dengan SCG, Jumadi menyebut akan lebih luas cakupannya dibandingkan dengan kolaborasi yang dilaksanakan bersama Inaplas. “Ini cakupannya lebih luas, karena yang tadi bicara hampir dari seluruh dunia yang membahas bagaimana penangananan sampah plastik dengan konsep ekonomi sirkular,” jelas Jumadi yang juga berharap kolaborasi untuk aksi mewujudkan sirkular ekonomi di Kota Tegal dapat terwujud dan kolaborsi yang dibuat bersama antara Pemkot Tegal dengan SCG agar lebih besar lagi lingkupnya.

Selain itu, merupakan hal yang penting, kata Jumadi, ketika pemanfaatan tekonologi seperti toilet yang ramah lingkungan, agar dapat diimplementasikan di tempat-tempat umum di Kota Tegal. Antara lain di Alun-Alun dan Taman Pancasila yang akan dibangun serta tempat publik lainnya.

Hadir dalam SD Symposium Indonesia 2020, Direktur Jenderal Industri Kimia Farmasi dan Tekstil Kemenperin Muhammad Khayam, Deputi Bidang Koordinasi SDM, Iptek dan Budaya Maritim Safri Burhanuddin, Director President and CEO SCG Roongrote Rangsiyopash, dan Deputy Secretary-General of ASEAN for ASEAN Socio-Cultural Community H.E. Kung Phoak.

Dalam sambutannya Khayam mengatakan permasalahan sampah di Indonesia semakin berkembang dan membutuhkan solusi untuk diatasi secara bersama-sama. Salah satu pendekatan mengatasi masalah sampah adalah ekonomi sirkular, yaitu prinsip yang didasarkan kepada pemanfaatan kembali untuk memaksimalkan nilai ekonomi dan barang sisa konsumsi. Dengan prinsip tersebut, Safri mengatakan sumber daya yang tersedia akan terus dimanfaatkan melalui penggunaan material yang digunakan terus menerus secara berputar dalam satu lingkaran ekonomi.

“Saya percaya dengan prinsip sirkular ekonomi, masalah pengolahan sampah nasional dapat diatasi. Maka ini harus disertai dukungan seluruh pihak karena upaya pengelolaan sampah tidak saja menjadi tanggung jawab penuh pemerintah, namun perlu dilakukan bersama pihak swasta, industri dan masyarakat,” ungkap Khayam yang juga mengapresiasi SCG Indonesia yang telah memulai langkah inovasi dalam turut menyelesaikan permasalahan sampah di Indonesia melalui berbagai program antara lain aspal plastik, fish home daur ulang, dan reinvented toilet.

“Pemerintah terus memberikan dukungan terhadap inovasi-inovasi seperti ini dan mengundang seluruh komponen untuk berpartisipasi dalam pengembangan ekonomi sirkular di Indonesia,” ungkap Khayam.

Dalam symposium tersebut juga turut berbagi pengalaman beberapa narasumber yang dimoderatori oleh Desi Anwar. Antara lain IP2WM Representative Vichan Tangkeng-Sirin, Deputi Bidang Koordinasi SDM, Iptek dan Budaya Maritim Safri Burhanuddin, President Director PT SCG Indonesia, Pathama Sirikul, dan SCG Sharing The Dream Scholarship Award, Head of Miracle Team, Akbar Ghifari. (Imron/Dasuki)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *