Bawaslu Tak Temukan Pelanggaran Kode Etik ASN oleh Eri Cahyadi

Februari 19, 2020
Ketua Bawaslu Kota Surabaya, Agil Akbar

Ketua Bawaslu Kota Surabaya, Agil Akbar

Surabaya, cakrawalanews.co – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Surabaya menyebutkan bahwa Kepala Bappeko Kota Surabaya, Eri Cahyadi tidak terindikasi melakukan pelanggaran kode etik Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan melakukan deklarasi kampanye sebagai bakal calon wali kota (Cawali) dalam Pilkada Surabaya 2020.

“Pak Eri Cahyadi tidak terbukti melanggar,” kata Ketua Bawaslu Surabaya Agil Akbar saat ditemui wartawan di kantor Bawaslu Surabaya, Rabu (19/02) sore.

Ia menjelaskan bahwa keputusan tersebut merupakan hasil rapat pleno Bawaslu Surabaya atas keterangan Kepala Bappeko Surabaya Eri Cahyadi di Bawaslu Surabaya pada Senin (17/02) lalu.

Dalam penyampaian keterangan tersebut Eri Cahyadi saat itu sempat mendapatkan 15 pertanyaan oleh komisioner Bawaslu Surabaya atas dugaan pelanggaran kode etik ASN berupa adanya deklarasi sejumlah warga yang mendukung Eri Cahyadi maju sebagai bakal cawali di Pilkada Surabaya 2020.

Selain itu munculnya spanduk dan selebaran dukungan terhadap Eri Cahyadi di sejumlah perkampungan di Surabaya.

Bawaslu Surabaya mengumumkan bahwa hasil rapat pleno atas jawaban Eri Cahyadi dengan dinyatakan tidak terbukti melakukan pelanggaran karena dalam hal ini yang bersangkuta tidak terdaftar maupun mendaftarkan diri ke sejumlah partai politik untuk maju sebagai bakal cawali maupun cawawali di Pilkada Surabaya.

Disinggung soal adanya selebaran dan spanduk berupa dukungan terhadap Eri Cahyadi, Agil menegaskan bahwa itu menjadi wewenang Pemkot Surabaya untuk melakukan penertiban spanduk berupa dukungan.

“Jadi tidak hanya terhadap ASN namun juga TNI/Polri yang mencalonkan,” ujarnya.

Kepala Bappeko Surabaya Eri Cahyadi sebelumnya mengatakan terkait adanya deklarasi, terpasangnya spanduk dan tersebarnya selebaran terkait dirinya sudah dijelaskan ke Bawaslu Surabaya.

“Bahwa kami tidak pernah tau. Berkali-kali saja jelaskan saya tidak daftar ke partai manapun,” kata Eri.

Menurut dia, sampai saat ini dirinya fokus pada pekerjaannya sebagai Kepala Bappeko di Pemkot Surabaya untuk menjalankan program-program yang berhubungan dengan kepentingan masyarakat.

“Alhamdulilah sudah saya sampaikan ke bawaslu. Setiap ada kegiatan ke depannya, kami bisa mengundang bawaslu hadir. Biar tidak multitafsir,” katanya.(hdi/cn02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *