Harga Tinggi, DPRD Minta Pemprov Jatim Maksimalkan Bawang Putih Lokal

Februari 12, 2020

Surabaya, Cakrawalanews.co – Anggota Komisi B DPRD Jatim Agatha Retnosari mengatakan pihaknya berharap agar para petani untuk giat menanam bawang putih. Mengingat saat ini hampir 95 Persen bawang putih yang beredar di Jatim adalah bawang impor asal Tiongkok.

“Mengutip perkataan Presiden Jokowi, terkait memanfaatkan ceruk pasar ekspor dari dampak dari wabah virus corona yang berasal dari Wuhan, China. Maka sudah saat nya para petani untuk mulai giat menanam bawang Putih. Ini pelajaran penting buat kita bersama. Contoh konkrit jika kita tergantung impor. Rentan terkena isu kenaikan harga karena ada isu larangan impor karena virus Corona. Coba kalau Jatim berdikari, harga bawang putih bisa lebih stabil,”jelas politisi asal PDIP ini ketika dikonfirmasi di Surabaya, Rabu (12/2/).

Dikatakan oleh Agatha,untuk mengatasi mahalnya harga bawang putih di pasaran, dirinya meminta Dinas Pertanian Jatim harus segera melakukan terobosan kebijakan agar kendala yang menghambat produksi bawang putih bisa ditekan.

“Padahal kan bawang putih ini adalah BUMBU DASAR untuk setiap resep masakan Indonesia kok kita malah impor bahkan sampai 95 persen,”sambungnya.

Jika perlu, sambung Agatha, Pemprov bekerjasama dengan para kampus pertanian yang sudah memiliki banyak penelitian terkait produksi bawang putih, agar bawang putih lokal tak kalah dengan impor.Tak kalah penting juga dari dinas perindustrian dan perdagangan untuk mulai mensosialisasikan bawang lokal lebih gencar .

“Seperti beli bawang lokal menyelamatkan masa depan petani Indonesia, menyelamatkan anak-anak nya dan masa depan nya. Dan yang jelas jika kita membeli produk lokal, berarti menyelamatkan lingkungan hidup. Coba hitung saja, berapa jejak karbon dari proses pengiriman jika bawang putih saja kita impor. Dan jejak Karbon juga gas metan ini kan yang akhirnya membuat suhu bumi meningkat drastis. Kesadaran ini perlu, agar pasar Indonesia lebih bisa berdikari,”jelasnya.

Tak hanya itu, dengan berdikari, kata mantan anggota Komisi E DPRD Jatim ini, juga sesuai dengan yang dicita-citakan kan para bapak pendiri bangsa Indonesia Bung Karno yaitu berdikari di bidang ekonomi.

Berdasarkan data yang ada, bawang putih di Jatim yang semula seharga Rp28.000 kini naik hingga Rp58.000. Kenaikan tersebut cukup tinggi, bahkan lebih dari 100 persen.(Caa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *