Bawaslu Dalami Dugaan Pungli Perekrutan Panwascam

Februari 6, 2020
Kantor Bawaslu surabaya

Kantor Bawaslu surabaya

Surabaya, cakrawalanews.co – Beredarnya dugaan adanya pungutan liar (Pungli) dalam proses perekrutan panitia pengawas kecamatan (Panwascam), direspon oleh ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Surabaya.

Ketua (Bawaslu) Kota Surabaya Aqil Akbar mengakui mendapat laporan adanya dugaan pungutan liar (pungli) dalam proses perekrutan panitia pengawas kecamatan (Panwascam).

“Iya kita sudah mengetahui dari rekan-rekan wartawan akan adanya surat dari peserta test yang diduga mengalami pungli” jelasnya saat dikonfirmasi media melalui telepon selulernya, Kamis (06/02).

Aqil juga menjelaskan bahwa surat itu ditindak lanjuti dengan meminta keterangan terhadap 3 anggota panwascam Dukuh Pakis dan staff Bawaslu Surabaya.

“Kita belum bisa menyampaikan hasil pemeriksaan itu, sebab kita masih melaporkan ke Bawaslu Jatim dan Bawaslu RI. Nanti kalau sudah kita sampaikan ke media” terangnya.

Menurut Aqil kalau mereka terbukti bersalah akan diberi sanksi sesuai kode etik. “Nanti Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) yang memutuskan. Tapi ini kan belum terbukti” lanjutnya.

Lebih rinci Aqil menjelaskan, nantinya sanksi itu berupa tindakan administratif sampai pada pemberhentian. Aqil juga menjelaskan bisa pula diteruskan ke ranah pidana.
“Tapi kalau bisa tabayun dulu” ujarnya.

Sekedar informasi bahwa, sebelumnya beredar foto surat yang ditulis oleh salah satu peserta test perekutan panwascam atas nama Hansen Krisbiantoro Pusung warga Pradah Kali Kendal Surabaya.

Dalam surat pernyataan bermaterai yang ditanda tangani pada tanggal 31 Desember 2019 itu, Hansen mengaku kalau mengalami pungli saat mengikuti tes perekrutan Panwascam.

Pungli itu dengan memberikan satu bulan gaji kalau dilantik sebagai anggota Panwascam. Menurut Hansen dirinya menyetor Rp 500 ribu sebagai uang muka kepada 3 oknum yang disebutnya dalam surat tersebut sebagai orang suruhan Bawaslu Surabaya.

Untuk diketahui guna mendukung proses Pilkada Surabaya 2020, Bawaslu Kota Surabaya membuka perekrutan anggota Panwascam mulai tanggal 27 November sampai 3 Desember 2019.

Aqil Akbar Ketua Bawaslu Kota Surabaya menjelaskan kalau perekrutan dilakukan secara terbuka melalui sejumlah tahapan.

“Tahapan pertama yaitu pendaftaran, test tulis dan wawancara. Tapi untuk sekarang ini tidak ada sistem gugur dites tulis. Sehingga tes tulis dan wawancara nyambung. Tes tulis dilaksanakan dengan sistem on line.” ungkapnya.

Aqil juga menjelaskan kalau perekrutan tersebut untuk menjaring 93 orang anggota Panwascam. Mereka dibagi 3 orang untuk penempatan di tiap kecamatan, yang jumlahnya 31 kecamatan di seluruh Surabaya.(hdi/cn02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *