Bupati Tantri ajak Profesi Kesehatan Kontrbusi Ikut Selesaikan Masalah Stunting

Oktober 28, 2019


Probolinggo, cakrawalanews.co – Meski saat ini angka stunting di Kabupaten Probolinggo mengalami penurunan mencapai 11%, dimana angka stunting sebelumnya berada pada angka 49,9%. Kabupaten Probolinggo terus mengajak steakholder tak terkecuali insan kesehatan dan kalangan civitas Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan untuk bersama menangani stunting
“Angka penurunan tersebut merupakan hasil yang paling signifikan pada tingkat nasional. Jika kemudian permasalahan stunting ini menjadi tanggung jawab bersama terutama bagi insan-insan kesehatan, maka InsyaAllah kita semakin optimis bahwa kita mampu untuk segera keluar dari permasalahan besar ini,” tutur Bupati Probolinggo Hj P Tantriana Sari SE saat memberikan arahan kepada wisudawan di Stikes Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Genggong, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo beberapa waktu lalu
Bupati Tantri mengajak insan kesehatan dari profesi kesehatan maupun kalangan civitas Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Hafshawaty Zainul Hasan (Zaha) Genggong bersama-sama ikut andil dalam penyelesaian masalah stunting di Kabupaten Probolinggo.
pr“Angka penurunan tersebut merupakan hasil yang paling signifikan pada tingkat nasional. Jika kemudian permasalahan stunting ini menjadi tanggung jawab bersama terutama bagi insan-insan kesehatan, maka InsyaAllah kita semakin optimis bahwa kita mampu untuk segera keluar dari permasalahan besar ini,” terangnya.
Lebih lanjut Bupati Tantri berharap kepada seluruh wisudawan untuk bersama-sama meluruskan niat dan menyamakan mindset sebagai manusia yang senantiasa berikhtiar menebar manfaat kepada sesama melalui keberkahan umur dan ilmu. Salah satunya adalah untuk bersama-sama berjihad mewujudkan Kabupaten Probolinggo yang baldatun toyyibatun warobbun ghofur melalui pintu pembangunan bidang kesehatan dan pendidikan.
“Selamat atas kelulusan ini semoga ilmunya manfaat dan barokah, yayasan dan STIKes Hafshawaty senantiasa diberikan kemudahan berjuang dalam bidang kesehatan, pendidikan, sosial dan keagaman. Ini merupakan benteng bagi kita dalam menghadapi tantangan zaman saat ini,” tandasnya.
Sementara wisuda kali ini sebanyak 348 wisudawan Stikes Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Genggong Tahun Akademik 2018-2019 dikukuhkan. Di tengah-tengah acara juga dilangsungkan prosesi penyerahan surat keputusan (SK) tentang pembukaan prodi baru di Stikes Hafshawaty. Yakni, Prodi S-1 Kebidanan dan Prodi Program Profesi Bidan.
SK bernomor 834/KPT/I/2019 tanggal 23 September itu, diserahkan langsung oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL-DIKTI) Wilayah Jatim VII Prof. Dr. Ir. Soeprapto, DEA. Kepada Ketua Yayasan Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Genggong K.H. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah, S.H., M.M. .
“Tahun ini kami juga sedang proses menambah Prodi S-1 Farmasi Klinik dan Komunitas. Tinggal satu langkah, insyaallah dalam minggu-minggu ini sudah selesai. Kami memang berlari cepat tahun ini untuk melakukan pengembangan,” tutur ketua Yayasan Kiai Mutawakkil.
Menurutnya, pembukaan prodi baru ini sebagai salah bentuk pengembangan Stikes Hafshawaty. Termasuk pada pengembangan kualitas pendidikan, infrastruktur, dan sumber daya manusia para dosen.
“Kami juga telah menyekolahkan dosen dari S-1 ke S-2 dan S-2 ke S-3, sehingga ke depan kami tidak akan kekurangan dosen untuk pengembangan prodi maupun akreditasi prodinya,” ujarnya.
Ketua Stikes Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Genggong Dr. Nur Hamim, S.KM., S.Kep.Ns, M.Kes. menambahkan, lulusan Stikes Hafshawaty sudah tersebar di semua layanan kesehatan. Baik di rumah sakit, puskesmas, maupun pelayanan kesehatan lainnya. Ada juga yang berkarir di luar negeri,seperti Taiwan dan Kuwait.
“Terima kasih kepada rumah sakit jejaring dan puskesmas yang telah memberikan kontribusi besar, sehingga mahasiswa kami bisa lulus tepat waktu dengan hasil yang baik,” ujarnya.(wan/bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *