Ungkap Jasmas Jilid II, Kejari Tanjung Perak Lirik Salah Satu SKPD

September 7, 2019
0

Surabaya, cakrawalanews.co – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak memastikan tak akan berhenti mengungkap berbagai penyimpangan yang terjadi pada dugaan korupsi dana hibah Pemkot Surabaya tahun 2016 untuk program jasmas.

Usai jilid I hingga menggulung satu pihak swasta dan enam politisi Surabaya, kini akan ada jilid II. Keseriusan pengungkapan jasmas ini pasalnya anggaran yang digelontorkan oleh Pemkot Surabaya pada tahun itu nilainya cukup fantastis yakni mencapai angka milyaran rupiah.

“Dana bantuan jasmas itu banyak makanya saya menghimbau, itu kurang lebih kalau total-total hingga Rp 100 juta lebih per kegiatan. Yang ini kan hanya Rp 12 milyar kerugian mencapai Rp 5 milyar,” jelas Kajari Tanjung Perak, Rachmad Supriady, Rabu (4/9) lalu.

Dengan banyaknya berbagai proyek pada jasmas 2016 yang tersebar diberbagai SKPD Pemkot Surabaya lanjut Rachmad tentunya juga dibutuhkan ketelitian untuk memilah satu persatu modus operandinya kendati alat bukti data sudah berada digenggaman.

“Untuk proyek jasmas yang lain masih kita carikan bukti, apakah ada penyimpangan apa tidak, tapi saya himbau kepada semua pihak, target kita bagaimana kembalikan kerugian negara sebesar besarnya,” tegasnya.

Racmad menambahkan dari hasil pengumpulan bahan dan keterangan di lapangan saat ini mulai menemukan titik terang dan mengerucut pada satu kegiatan disalah satu SKPD Pemkot Surabaya yang menerima dana jasmas paling besar.

“Masih kita pantau. Rata-rata fisik,” pungkasnya.
Seperti diketahui Kejari Tanjung Perak telah menuntaskan perkara dugaan korupsi dana hibah Pemkot Surabaya untuk program jasmas.

Dalam kasus ini sudah ada enam tersangka yang sudah meringkuk di cabang rutan klas I Surabaya pada Kejati Jatim.

Keenam tersangka itu diantaranya anggota DPRD Surabaya Ratih Retnowati serta lima mantan anggota DPRD Surabaya periode 2014-2019 yakni Sugito, Syaiful Aidy, Dini Rijanti Darmawan dan Binti Rochma.
Ada juga pihak swasta sebagai pelaksana proyek yaitu Agus Setiawan Tjong yang sudah divonis selama 6 tahun penjara.(hdi/cn02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *