Agar Hasilkan Nilai Tambah, Gubernur Minta Buah di Jatim Diolah

Juli 17, 2019
0

Surabaya, cakrawalanews.co – Jawa Timur merupakan salah satu daerah gudangnya buah di Indonesia diantaranya mangga, durian, apel, salak, buah naga, kopi, coklat dan lainnya. Agar harga buah tidak jatuh dan menghasilkan nilai tambah maka pada waktu panen setelah dipetik, diolah, dikemas baru dijual.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa kepada media usai menerima PT Palawija Gosari di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (16/7) sore mengatakan, masalah buah dengan istilah petik, olah, kemas dan jual. Seringnya menyampaikan istilah itu baru sekarang ada yang merespon yaitu PT Palawija Gosari dengan tanaman unggulannya buah mangga.

Contohnya, pada musim panen mangga bukan saja harganya murah tetapi bisa sampai busuk. Karena pada pasca panennya kurang bisa dimanfaatkan dan disebar untuk diolah dan diproduksi menjadi makanan olahan seperti manisan dan dodol. Sebenarnya sudah ada yang melakukannya tetapi dari kelebihan produksi harus ada data produksi maupun distribusinya. Sehingga bisa dilakukan pemetaan yang diolah berapa banyak kemudian diolahnya dalam bentuk apa.

Ia kebetulan pernah ke PT Palawija dengan penyampaikan istilah “petik, olah, kemas dan jual”. “Perusahaan ini memang berkecimpung di tanaman produk buah mangga dan sudah mengujicoba serta buah mangga dibuat aneka makanan cecil seperti dodol dan es greem dan telah mendistribusikan untuk masuk dijual kepasar modern,” ungkapnya.

Disarankan, agar PT Palawija tidak hanya mengolah buah mangga menjadi dodol dan es greem mangga saja, tetapi ditambah manisan mangga. Seperti yang sudah populer oleh-oleh dari negara Thailand dan Singapura manisan mangga dicampur jamur dan kacang menjadikan luar biasa nilai tambahnya serta cukup diminati pasar.

Menururutnya, dari yang dipunyai Jawa Timur buah mangga yang ada di sepanjang jalan di Probolinggo, Bondowoso, Situbondo dan di Madura tetapi pada watunya panen yang sering petik dan jual. “Sedangkan olah kemasnya masih mebutuhkan proses, investasi dan membutuhkan teknologi serta pendampingan,” tuturnya.

Palawija ini sudah lama bergerak di buah mangga dan cukup besar, maka ketika mendapatkan masukan dari dirinya langsung mengadakan uji coba buah mangga membuat dodol dan es krim mangga dan produk tersebut sudah masuk pasar modern. Kemudian sebagaian buah mangga yang berkualitas bagus diekspor.

Selanjutnya buah durian, buah ini kata Gubernur di Jawa Timur ada yang berkualitas bagus tetapi ada yang kualitasnya kurang kompetitif. Yang kualitasnya kurang konpepetitif diteliti di litbang Pertanian dan sekarang sedang diujicoba di Kabupaten Pasuruan. Sambil menunggu uji coba durian di Pasuruan berkembang, maka titik lain bisa menanam durian unggulan dengan varitas banyak.

“Dengan varitas banyak akan dipilah-pilah dipilih bibit unggulnya, bitit durian olahan yang mana sehingga menjadi ikon di Jawa Timur.”Itulah diantara pembicaraannya dengan PT Palawija Gosari ,” pungkasnya. (wan/jnr/ryo/p)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *