Beri Pembekalan Capaja Akademi TNI-Polri, Wapres JK Ingatkan Soal Perang Teknologi

Juli 15, 2019
0

Jakarta, Cakrawalanews.co – Wakil Presiden (Wapres), Jusuf Kalla (JK) memberi pembekalan ke calon perwira remaja (Capaja) Akademi TNI-Polri di GOR Ahmad Yani, Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (15/7/2019). Wapres JK didampingi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian. Kedatangan JK disambut tepuk tangan dari Capaja yang hadir.

Hadir pula Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Yuyu Sutisna, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Siwi Sulma Adji, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Letjen TNI Tatang Sulaiman, Danjen Akademi TNI Laksdya TNI Aan Kurnia dan Kalemdiklat Polri Komjen Arief Sulistyono.

Sebelum JK memberikan pembekalan, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyampaikan sambutan. Hadi menyampaikan acara ini diikuti 781 perwira dari TNI dan Polri.

“Terima kasih atas kehadiran Bapak Wapres. Hari ini hadir calon perwira remaja sebagai letnan dua maupun inspektur polisi dua. Telah hadir di hadapan bapak 259 calon perwira remaja TNI Angkatan Darat, 117 calon perwira remaja Angkatan Laut, dan 99 calon perwira remaja Angkatan Udara dan 306 orang calon remaja perwira Polri,” kata Panglima TNI.

Pembekalan diikuti oleh 781 perwira, terdiri dari 259 TNI Angkatan Darat dengan komposisi 244 putra dan 15 putri sementara perwira Angkatan Laut berjumlah 117 orang yang terdiri dari 103 putra 14 putri. Berikutnya 99 perwira Angkatan Udara dengan 9 putri dan 90 putra kemudian 306 perwira Polri dengan komposisi 256 putra dan 50 putri.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meminta para calon perwira remaja (capaja) TNI-Polri menguasai teknologi. Sebab, JK menilai saat ini bukan lagi era perang fisik.

“Anda berbeda (dengan) tentara angkatan 45. Anda tentara yang harus mempunyai pemahaman teknologi, Anda harus belajar terus,” kata JK.

JK mengingatkan, perang di masa modern tidak hanya perang fisik. Dia menyebut siapapun yang menguasai teknologi akan memenangkan peperangan.

“Yang terjadi sekarang perang teknologi, yang menang yang menguasai teknologi. Di militer, kepolisian juga penguasaan teknologi adalah yang penting,” ujarnya.

Selain itu JK berharap para capaja turut membangun negara agar menjadi negara dengan kekuatan lima besar ekonomi dunia. Dia berharap target tersebut dapat diraih pada tahun 2045.

“Pada ulang tahun ke 100, Indonesia penduduknya 320 juta. Kita harap ekonominya maju menjadi ke lima. Harapan kita bisa memenuhi itu,” paparnya.

JK menyebut bangsa Indonesia juga harus waspada terkait konflik yang terjadi di negara tetangga. Dia berharap capaja nantinya bisa berkontribusi menjaga keamanan negara.

“Kita mempunyai penduduk yang besar. Apa tantangan kita adalah dunia dan regional penuh dengan masalah. Konflik dan perang dagang. Di regional ada masalah laut China Selatan. Semoga tidak menjadi perang terbuka. Ada masalah konflik juga di Thailand, Myanmar, Filipina Selatan, semua mempengaruhi kita semua,” sebutnya.(dtc/ziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *