Kekeringan, Gubernur Siapkan Opsi Pembuatan Sumur Bor

Juli 12, 2019

 

Bondowoso, cakrawalanews.co – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyiapkan opsi pembuatan sumur bor dan pipanisasi dalam rangka mengatasi kekeringan yang terjadi di wilayah Jatim khususnya di Bondowoso.

Menurutnya, sumur bor maupun pipanisasi merupakan opsi strategis untuk penanganan pemenuhan kebutuhan air lebih permanen. “Opsi menyiapkan sumur bor dan pipanisasi cukup stretegis, apalagi di wilayah ini saat musim hujan juga mengalami kesulitan air bersih,” tukas Khofifah saat menyerahkan bantuan air bersih secara langsung di di Desa Gayam, Kec. Batulinggo, Kabupaten Bondowoso, Kamis (11/7) sore.

Khofifah menjelaskan, selain 7 tangki air bersih bantuan yang diserahkan juga berupa 120 buah jerigen dan 30 tandon air. Namun demkian, bantuan tersebut sifatnya tidak permanen. Dicontohkan, penyerahan tandon misalnya adalah supaya masyarakat bisa mengantisipasi saat membutuhkan air. Sedangkan, jeirigen untuk mempermudah membawa air ke rumah masing- masing. “Selain sumur bor, juga akan dilakukan exercise terkait penyiapan pipanisasi meskipun jarak sumber airnya dari lokasi agak jauh,” ungkap gubernur.

Sebagai bentuk gerak cepat, Khofifah meminta Pemkab Bondowoso segera berkoordinasi dengan Pemprov Jatim agar segera dapat direncanakan dalam program pemprov. “Saya berharap besok sudah ada utusan dari Pemkab Bondowoso ke Pemprov Jatim utamanya pak Sekda dan Bappeda untuk membuat pemetaan dan pengerangkaan kebutuhan terkait rencana ini,” tukas Khofifah.

Ia berharap, opsi-opsi tersebut bisa menjadi langkah antisipasi yang lebih komprehensif terhadap antisipasi saat terjadi kekeringan. Apalagi, berdasarkan prediksi dari BMKG puncak kemarau di Jatim akan terjadi pada bulan Agustus. “Dengan melakukan antisipasi kekeringan dengan distribusi air bersih di berbagai titik serta menyiapkan opsi-opsi untuk penanganan jangka panjang, Insya allah pada puncak kemarau Agustus nanti kita sudah siap,” pungkasnya.

Bupati Bondowoso, Salwa Arifin menyampaikan senada dengan Gubernur Khofifah yakni tentang kebutuhan pembuatan sumur bor. Apalagi, setiap tahunnya Bondowoso selalu mengalami kekeringan sehingga opsi tersebut sangat diperlukan masyarakat. “Opsi pembuatan sumur bor memang kami perlukan, kami mohon bantuan ibu Gubernur untuk bisa merealisasikannya,” tukas Bupati Salwa.

Kepala BPBD Prov. Jatim, Subhan Wahyudiono melaporkan, di Bondowoso terdapat 7 kecamatan dengan 12 desa yang terdampak kekeringan. Sedangkah, daerah terdampak kekeringan di seluruh Jatim yakni di 24 kabupaten yang terdiri dari 180 kecamatan dan 566 desa. (wan/jnr/Put)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *