Jokowi-JK Gagal Wujudkan Proyek Pembangkit Listrik 35 Ribu Megawatt

Juli 4, 2019
0

Jakarta, Cakrawalanews.co – Masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bakal berakhir beberapa bulan mendatang. Menjelang masa akhir periode pertamanya, Jokowi menyimpan sebuah raport merah. Salah satunya terkait target penyelesaian proyek pembangkit listrik 35 ribu Megawatt (MW) yang ditargetkan tuntas 2019 namun hingga kini tak selesai.

Mega proyek kelistrikan 35.000 Megawatt (MW) ini digagas oleh Jokowi untuk mengebut rasio elektrifikasi dan menghindari krisis listrik dalam pemerintahannya, seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang melesat saat itu. Namun, pertumbuhan ekonomi RI justru melambat dan membuat proyeksi pengerjaan mega proyek ini disesuaikan.

Direktur Pembinaan Program Ketenagalistikan Kementerian ESDM, Jisman Hutajulu menjelaskan, pertumbuhan konsumsi listrik tidak setinggi proyeksi awal. Sehingga, hal tersebut berdampak pada penyelesaian beberapa pembangkit yang harus diundur.

“Ada pergeseran dan sebagian COD (commercial operation date) 35.000 MW itu bisa di 2028. Disesuaikan dengan pertumbuhan sistem setempat,” tuturnya.

Meskipun begitu, Jisman menilai hal tersebut bukan berarti proyek 35.000 MW bermasalah, karena hanya tinggal sedikit proyek pembangkit 35.000 MW yang belum sampai tahap PPA (power puchase agreeement).

“Dari situ kelihatan proyek ini tidak ada permasalahan. Hanya COD-nya saja yang disesuaikan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, total proyek yang telah menyelesaikan perjanjian jual beli tenaga listrik (power purchase agreement/PPA) sudah mencapai 33.251 MW atau 93,83%. Hanya tersisa 2.187 MW yang belum meneken PPA.

Sementara itu, sampai dengan 15 Juni 2019, proyek yang telah COD baru sekitar 3.617 MW atau 10% saja. Mayoritas masih berada dalam tahap konstruksi sebesar 20.119 MW atau 57%.

Dari sisi transmisi, hingga 15 Juni 2019, proyek yang telah selesai dan beroperasi mencapai 16.483 kilometer sirkuit (kms) atau 35%. Sebanyak 17.440 kms atau 37% tengah berada dalam tahap penyelesaian dan sisanya 13.620 kms atau 28% masih dalam tahap prakonstruksi.

Untuk gardu induk, yang telah selesai dan beroperasi sebesar 61.223 megavolt ampere (MVA) atau 54%, sementara 26.291 MVA atau 23% dalam proses penyelesaian, dan sisanya 25.990 MVA atau 23% masih dalam tahap prakonstruksi.

Adapun, Sebanyak 6 pembangkit listrik yang merupakan bagian dari proyek 35.000 MW akan selesai di tahun ini. Total kapasitas dari 6 pembangkit yang akan Commercial Operation Date (COD) ini mencapai 2.100 megawatt (MW).

Rinciannya, 5 pembangkit berasal dari Independent Power Producer (IPP), dan satu berasal dari Perusahaan Listrik Negara (PT PLN).

Berdasarkan data ESDM, jika dijabarkan, pembangkit yang akan COD pada 2019 ini, terdapat 3 dari 6 (pembangkit) yang masih didominasi oleh PLTU, yaitu PLTU Kalsel, PLTU Jawa-7, dan PLTU Jawa-8. Secara keseluruhan, kapasitas pembangkit yang akan COD tahun ini sebesar 2.161,5 MW.(dtc/ziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *