Dieng Diselimuti Embun Es, Petani Kentang Gagal Panen

Juni 24, 2019
  122 views

Banjarnegara, Cakrawalanews.co – Suhu udara di dataran tinggi Dieng, Banjarnegara, Jateng terus menurun hingga diselimuti embun es (bun upas). Kondisi ini membuat para petani kentang was-was. Sebab, embun es dipastikan menggagalkan impian musim panen para petani kentang.

Tanaman kentang yang berada di sekitar komplek Candi Arjuna, Dieng mulai memutih terpapar embun es. Daun tanaman kentang pun terlihat putih, termasuk tanah di lahan kentang yang belum ditanami juga terlihat putih.

“Sekarang sudah mulai berdampak. Ini begitu terkena sinar matahari langsung layu,” kata Muflihin, salah satu petani kentang Desa Dieng Kulon, Senin (24/6/2019).

Dengan adanya fenomena embun es, ia mengaku hanya bisa pasrah. Sebab, salah satu antisipasi untuk mengurangi bahaya embun es adalah dengan memasang jaring di atas tanaman kentang. Namun hal tersebut membutuhkan biaya yang cukup besar.

“Dibiarkan saja, mau bagaimana lagi. Sebenarnya pasang jaring di atas tanaman bisa mengurangi, tetapi biayanya besar,” ungkapnya.

Ia hanya berusaha menyirami tanaman kentang lainnya yang belum terkena embun es. Sebab, jika suhu turun, kondisi tanah menjadi kering sehingga harus setiap hari disiram.

“Tanaman kentang kalau suhu udara turun disiram setiap hari, karena tanah kering. Terutama tanaman yang belum kena embun es,” terangnya.

Slamet, petani kentang lainnya, mengatakan saat ini rata-rata usia tanaman kentang mulai dari 1 bulan hingga 2 bulan. Biasanya, usia tanaman kentang semakin tua, akan semakin kuat dengan ancaman embun es.

“Kalau masih baru tanam ini yang sangat berisiko mati terkena embun es. Kalau yang sudah tua, akan kuat jika hanya embun es-nya tipis. Tetapi kalau tebal tetap saja layu. Sedangkan usai kentang memasuki masa panen kalau sudah 100 hari,” jelasnya.

Ia meyakini, embun es akan terjadi lebih tebal lagi di puncak musim kemarau. Biasanya, hal tersebut terjadi di Bulan Agustus mendatang.

“Ini masih belum seberapa, nanti di Bulan Agustus akan lebih tebal. Dan itu akan lebih mengancam tanaman kentang,” kata dia.(dtc/ziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *