Tak Ingin Teater Punah, Bengkel Muda Surabaya Lakukan Regenerasi

Juni 15, 2019
0

Latihan perdana untuk pementasan teater ‘Pernikahan Darah’, Sabtu (15/6/19).

Surabaya, cakrawalanews.co – Bengkel Muda Surabaya (BMS) terus menggali bakat seni anak-anak muda di Surabaya. Salah satunya melibatkan pemain remaja dalam teater akbar yang kini tengah dipersiapkan.

Dalam teater bertajuk ‘Pernikahan Darah’ yang dijadwalkan akan tayang pada bulan November mendatang, BMS melibatkan mayoritas pemain muda.

“Teater ‘Pernikahan Darah’ mayoritas pemain muda dengan di back up pemain senior BMS yang merupakan pemain teater kawakan di Surabaya,” ujar Heroe Budiarto, saat ditemui Basra disela latihan perdana ‘Pernikahan Darah’, Sabtu (15/6/19).

Selain untuk menggali potensi seni anak-anak muda Surabaya, teater yang melibatkan 30 pemain itu juga sebagai ajang regenerasi pemain teater di Surabaya. BMS tak ingin seni teater di Surabaya punah karena tak adanya estafet pemain.

“Disini pemain senior dan junior bisa bermain bersama dalam satu panggung, pemain senior dapat menularkan ilmu kepada juniornya, sehingga dapat lebih memotivasi bermain teater,” tukas Heroe.

Sementara itu sutradara ‘Pernikahan Darah’ Wally Sherdir mengungkapkan, pemain muda di Surabaya memiliki potensi luar biasa. Mereka dapat tumbuh menjadi pemain teater yang gemilang apabila disiplin dan tak malas berlatih.

“Potensinya ada, tapi mereka harus disiplin dan jangan berhenti berlatih terutama dalam mengolah tubuh. Saya ingin mereka berani tampil dan masyarakat mengapresiasi mereka,” tukasnya saat dijumpai dalam kesempatan yang sama.

Salah satu pemain muda yang terlibat dalam teater ‘Pernikahan Darah’ adalah Tiara Adelia Azhar (17 tahun). Siswi kelas 3 SMAN 11 Surabaya ini sangat antusias manakala mengetahui dirinya ikut dilibatkan dalam teater akbar tersebut.

“Main teater memang sudah sejak SMP, tapi ‘Pernikahan Darah’ merupakan pertunjukan terbesar bagi saya, sebelumnya saya hanya tampil di sekolah,” ujar remaja berhijab ini.

Akan berada satu panggung bersama pemain teater kawakan di Surabaya seperti Ndindy Indijati, tak ayal membuat Tiara grogi.

“Sudah pasti grogi, apalagi membayangkan teater ini akan disaksikan orang banyak di gedung yang wah, makin grogi jadinya,” ujarnya seraya tergelak.

‘Pernikahan Darah’ sendiri merupakan pertunjukan teater yang diadopsi dari karya sastrawan Inggris, F.G. Lorca. ‘Pernikahan Darah’ menyuguhkan kisah ketulusan cinta anak manusia tanpa memandang asal usul, maupun kekurangan satu sama lain. (rur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *