Gubernur Khofifah : Demokrasi dan Pemilu Adalah Anugerah Luar Biasa

Mei 18, 2019
0

 

Surabaya, cakrawalanews.co – Jelang pengumuman resmi hasil Pilpres 2019 oleh KPU pada tanggal 22 Mei mendatang, ancaman pun muncul dari kelompok yang tidak puas dengan proses pelaksanaan Pemilu serentak 17 April lalu. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menganggap protes berlebihan itu berdampak kurang baik terhadap proses demokrasi yang sudah berlangsung dengan aman.

“Demokrasi adalah anugerah yang luar biasa, proses Pemilu adalah anugerah yang luar biasa. Dan saya yang ikut berproses dalam amandemen UUD 1945, antara lain Presiden dipilih langsung dan itu adalah anugerah demokrasi yang luar biasa,” ungkapnya saat ditemui di Mapolda Jatim, Jumat (17/5).

Ia juga menyampaikan kepada publik bahwa Indonesia ini dianugerahkan beragam ragam suku, beragam bahasa, beragam adat istiadat dan beragam agama. “Artinya, bahwa bagaimana kita bisa mengelola seluruh energi positif yang kita punya dengan segala keberagaman ini,” jelasnya.

Untuk itu, ia meminta masyarakat Jawa Timur agar dapat menyikapi hasil keputusan KPU terkait Pilpres dengan berbesar hati. Gubernur perempuan pertama di Jatim itu juga meminta masyarakat tidak terpengaruh pada persoalan atas ketidakpuasan hasi Pemilu.

Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI R Wisnoe Prasetja Boedi, mengaku dari tahapan Pemilu posisi Kodam, khususnya TNI dari Jatim melaksanakan tugas perbantuan kepada Polda dan membackup penuh. “Alhamdulillah tidak ada laporan kerusunan pasca Pemilu. Jatim aman dan kondusif,” pungkasnya.

Seperti dketahui, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto mengimbau kepada pemerintahan dan aparat keamanan di daerah untuk dapat meredam pergerakan massa yang akan menggeruduk Jakarta menjelang pengumuman resmi suara pada 22 Mei 2019.

Menurut Wiranto, peredaman massa dari daerah yang akan Jakarta itu bertujuan untuk meminimalisir terjadinya konflik di Ibu Kota. “Supaya tidak terjadi penumpukan massa, saudara-saudara sekalian dari daerah tolong ya Forkompimda, Pangdam, Kapolda jangan biarkan masyarakat keluar daerah menuju Jakarta. Selesaikan di sana,” ujar Wiranto. (jnr/wan/afr/s)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *