Harga Pangan Melambung, Pemerintah Dinilai Gagal Kendalikan Ekonomi

Mei 9, 2019
0

Jakarta, Cakrawalanews.co – Pemerintah dinilai gagal mengendalikan harga pangan saat ramadan dan menjelang lebaran tahun 2019 ini. Ekonom dari Center of Reform on Economics, Piter Abdullah Redjadalam menilai, pemerintah tidak bisa mengantisipasi beberapa harga bahan pangan yang terus meninggi.

“Ini saya agak kaget pada bulan Ramadhan ini sepertinya pemerintah agak kecolongan. Karena harga beberapa bahan pangan seperti bawang putih, bawang merah, dan cabai meninggi,” kata Piter, kemarin.

Piter menilai, mungkin pemerintah terlena dengan keberhasilan di tahun-tahun sebelumnya yang telah mampu menjaga harga pangan. Bukan karena kinerjanya mengendur, tapi lebih kepada peralihan fokus dari bulan Ramadhan ke pemilu.

“Bukan mengendur, mungkin fokus pemerintah selama beberapa bulan ini agak teralihkan oleh hiruk-pikuknya pemilu, seharusnya itu tidak terjadi,” kata Piter.

Piter mengakui, kenaikan harga pangan di bulan Ramadhan memang pasti terjadi karena adanya kenaikan daya beli. Namun, ini bisa diantisipasi pemerintah melalui kesiapan suplai jauh-jauh hari sebelum menyambut Ramadhan.

“Demand-nya itu sudah pasti ada kenaikan karena kenaikan daya beli. Namun, yang paling penting dalam menjaga harga pangan adalah ketersediaan suplai selama periode Ramadhan. Selama pemerintah mampu menjaga suplai, maka harga itu akan terkendali,” paparnya.

Selain itu, Piter juga menyayangkan bulan Ramadhan tahun ini justru pemerintah kecolongan dan tidak menyiapkan langkah antisipasi sehingga beberapa harga pangan meninggi. Padahal, 3 sampai 4 tahun sebelumnya inflasi di Bulan Ramadhan aman terkendali di angka 3 hingga 4 persen.

“Kalau kita lihat selama 3 sampai 4 tahun ini pemerintah mampu, kita bisa lihat inflasi di periode bulan Ramadhan dan Hari Raya terkendali di angka 3-4 persen,” imbuhnya.

Adapun, harga bawang putih di beberapa wilayah mencapai Rp 80.000 per kg. Namun Kementrian Pertanian saat ini tengah menambah stok bawang putih sehingga harga maksimalnya hanya Rp 30.000 ke konsumen. Harga ini pun sudah ditandatangani dan disepakati importir.(kcm/ziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *