Aktivitas warga di lereng Gunung Bromo kembali normal

April 6, 2019
0

 

Probolinggo, cakrawalanews.co – Warga lereng Gunung Bromo yang berada di beberapa desa Kabupaten Probolinggo kembali beraktivitas normal setelah hujan abu vulkanik dari gunung api setinggi 2.329 meter dari permukaan laut itu berhenti , kata pejabat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Abu vulkanik Gunung Bromo tidak lagi mengguyur Probolinggo sejak empat hari ini, bahkan beberapa kali sempat diguyur hujan yang dapat membersihkan sisa-sisa abu vulkanik yang menempel pada tanaman di lahan pertanian milik warga,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Anggit Hermanuadi saat dihubungi di Probolinggo, Jumat.5/4

Menurut data BPBD Probolinggo, abu vulkanik Gunung Bromo sebelumnya mengguyur Desa Ngadirejo, Ngadas, Ngadisari, Jetak, dan Wonokerto di Kecamatan Sukapura, serta Desa Wonokerso, Ledokombo, Sumberanom dan Pandansari di Kecamatan Sumber.

“Warga sempat khawatir abu vulkanik tersebut berdampak pada sektor perekonomian karena sebagian besar warga di lereng Gunung Bromo adalah petani, namun beberapa hari terakhir ini tidak lagi terpapar abu vulkanik dan justru hujan turun membasahi lahan pertanian warga,” katanya.

Hujan abu vulkanik Gunung Bromo, menurut dia, tidak sampai berdampak signifikan terhadap perekonomian warga karena sebagian petani sudah memanen tanaman mereka.

Guna mencegah dampak abu vulkanik Bromo, BPBD Kabupaten Probolinggo sudah mendistribusikan 18.000 masker kepada warga di Kecamatan Sumber dan 12.000 masker kepada warga di Kecamatan Sukapura.

“Namun kami masih punya stok yang cukup untuk memenuhi kebutuhan warga di dua kecamatan itu, apabila masker yang dibagikan dirasa kurang,” ujar Anggit.

Wakil Bupati Probolinggo HA Timbul Prihanjoko bersama BPBD sudah beberapa kali mengunjungi warga yang terdampak erupsi Gunung Bromo, terakhir Selasa (2/4) di Desa Wonokerso, Kecamatan Sumber.

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Probolinggo dan Baznas Provinsi Jawa Timur juga sudah menyalurkan bantuan berupa lima tandon air berukuran 1.100 liter dan 20 jerigen ukuran 30 liter kepada warga.

“Bantuan tandon air tentunya sangat bermanfaat bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih, terlebih dalam suasana erupsi Gunung Bromo. Mudah-mudahan bantuan tandon air bisa memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat terdampak erupsi Bromo,” kata Timbul.(mer/ant/wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *