Regenerasi Pertanian, IFAD Danai 320 Ribu Wirausahawan Sektor Pertanian

Januari 9, 2019
0

Surabaya,cakrawalanews.co- IRegenerasi Pertanian, IFAD Danai 320 Ribu Wirausahawan Sektor Pertanian memberikan perhatian khusus pada petani Indonesia mengenai pentingnya regenerasi petani. Rencananya, IFAD melakukan pendanaan 320 ribu wirausahawan yang bergerak disektor pertanian.

“Mereka diarahkan dan menjadi percontohan regenerasi pertanian. Daerah Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur menjadi daerah yang jadi percontohan,” ungkap Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan), Idha Widi Arsanti, Rabu (9/1).

Idha menambahkan, dipilihnya keempat provinsi tersebut karena pada provinsi tersebut generasi mudanya banyak, akses pasar yang cukup bagus dan peluangnya luas.

Dukungan pada wirausahawan muda tersebut dalam bentuk pinjaman lunak (soft loan) yang berkelanjutan. “Mereka diberikan bantuan modal, pendampingan dan lain sebagainya agar berkembang,” tutur Idha.

Namun dirinya menegaskan bahwa “perlakuan” kepada masing-masing penerima akan berbeda dalam progress yang berkelanjutan. “Paling penting akses ke perbankan diperkuat,” tegasnya.

Ketika ditanya alasan IFAD berani menggelontorkan dana untuk memperkuat wirausahawan pertanian di Indonesia, Idha menyebut jika dunia mengalami permasalah regenerasi petani.

“Problem generasi muda ini tidak hanya Indonesia saja, tetapi negara-negara yang menyandarkan pada pertanian, utamanya di negara Afrika,” tuturnya.

Program pembangunan wirausaha muda pertanian tersebut dinamai Youth Entrepreneurship and Employment Support Service (YESS).

Melalui program ini, pemuda di desa diharapkan memiliki keterampilan dan keahlian untuk membangun bisnis dan menciptakan tenaga kerja dalam sektor pertanian.

“YESS ini menjadi project pertama di IFAD yang berkaitan dengan youth (generasi muda). Mereka (IFAD) akan mereplikasi beberapa program,” jelasnya.

Idha menyebut program tersebut diperkirakan berjalan di tahun 2020. “Mulai berjalan di tahun 2020 lah. Tahun ini (2019) kita persiapkan kriterianya dan mulai seleksi untuk diikutsertakan dalam program,” tutup Idha. (jal/jn/wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *