Selundupkan Sabu, Bea Cukai Juanda Amankan Dua Warga Malaysia

Desember 14, 2018
  109 views 0

Sidoarjo, cakrawalanews.co – Hasil kerja keras Bea Cukai Juanda yang bekerja sama dengan Satresnarkoba Polresta Sidoarjo, BNNP Jawa Timur, BNN Sidoarjo, Imigrasi Bandara Juanda dan Pengamanan Bandara akhirnya dapat mengungkap empat tindakan Narkotika seberat total bruto 10.792,4 gr yang bisa menyelamatkan 53.962 jiwa generasi muda Indonesia.

Penjelasan penangkapan tersebut digelar dalam press release yang diadakan Bea Cukai Juanda di aula KPPBC, Kamis (13/12/2018).

Dalam keterangannya, Budi Harjanto selaku Kepala KPPBC Juanda menyampaikan bahwa 4 (empat) kali penindakan usaha penyelundupan sabu ke Indonesia oleh Bea Cukai Juanda ini antara lain pada tanggal 8 Nopember 2018 telah terjadi pengiriman paket berbentuk surat dari Jerman melalui kantor pos yang diduga berisi Ekstasi seberat 62,4 gr (148 butir pil), kemudian tanggal 22 Nopember 2018 petugas bandara mencurigai penumpang Air Asia (QS-321) rute KUL – SUB berinisial WCH (29) WNA Malaysia yang menyembunyikan narkoba dalam bentuk kristal putih dengan cara dililit di bagian perut yang telah dibungkus dengan plastik seberat bruto 1.055 gr.

Lebih lanjut disampaikan, pada tanggal 24 Nopember dengan menumpang pesawat yang sama dengan WCH, penumpang berinisial CKL (42) WNA Malaysia juga diduga membawa bubuk kristal putih seberat 535 gr dengan cara yang sama dengan WCH, sedangkan penindakan terakhir bahwa pada tanggal 4 Desember 2018 terjadi pengiriman diduga narkoba berupa daun kering berwarna hijau dari Ethiopia seberat 9.140 gr. Penerima barang paket berinisial AR tersebut mengaku baru pertama menerima paket tersebut dengan imbalan $300 USA.

“Berdasarkan UU No. 35 tentang Narkotika golongan I dikenakan Pasal 113 (2) dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara atau denda Rp 5 M berdasarkan UU Kepabeanan No. 17 Tahun 2006,” terang Budi Harjanto.

Sementara itu Kapolresta Sidoarjo AKBP Zain Dwi Nugroho mengatakan bahwa barang haram tersebut berasal dari Ethiopia.

“Dan kami juga masih menunggu hasil selanjutnya karena diduga jaringan ini termasuk Internasional dan kita akan berupaya semaksimal mungkin untuk menggagalkan barang haram tersebut agar tidak sampai masuk ke Indonesia yang bisa merusak generasi muda penerus bangsa kita,” pungkasnya.(her/ko)