Penertiban APK Dianggap Tebang Pilih, Bawaslu Surabaya Terancam Digugat

Desember 6, 2018

Vinsensius Awey saat menunjukkan APKnya

Surabaya, cakrawalanews.co – Lantaran dianggap tebang pilih dalam melaksanakan penertiban Alat Peraga Kampanye (APK) yang tidak sesuai ketentuan. Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya Vincensius Awey menegaskan akan menggugat Bawaslu Kota Surabaya.
Caleg DPR RI dari Partai Nasdem ini mengungkapkan kekesalannya pasca penertiban terhadap balihonya.
“Dibaliho saya hanya menyampaikan materi sosial mengajak membumikan Pancasila , ada logo, ada periode jabatan di DPRD dan kapasitas saya sebagai anggota DPRD sesuai dengan UU 23 tahun 2003, itu disapuratakan. Kalau dikemudian hari saya menemukan dan mendapat laporan saya akan melakukan gugatan dan melaporkan ke DKPP” tegas Awey.
Padahal menurut politisi Partai Nasdem ini dirinya sudah berkoordinasi dengan Ketua Bawaslu Kota Surabaya, kalau baliho miliknya tidak melanggar aturan kampanye.
Awey menyayangkan tidak adanya koordinasi yang baik antar Bawaslu, panwascam, Satpol PP dalam penertiban APK.
“Sepertinya penertiban atas dasar asumsi mereka dilapangan bukan berdasarkan ketentuan” jelasnya.
Awey juga menduga penertiban itu dilakukan secara tebang pilih, karena ada baliho APK caleg yang melanggar tapi tetap terpasang.
“Kalau nanti ada seperti itu lagi saya akan gugat atau saya laporkan ke Dewan Pengawas Pelaksana Pemilu (DKPP) kalau Bawaslu melakukan penertiban pembersihan tanpa ketentuan” tegas Awey lagi.
Selain itu dewan juga berencana akan memanggil Bawaslu terkait dengan penertiban APK.
“Saya ingatkan Bawaslu bekerja profesional tidak tebang pilih, tidak berdasarkan titipan. Penertiban tidak asal-asalan melainkan berdasarkan PKPU nomor 33 tahun 2018” pungkas Awey.(nafan hadi/cn02)