Presiden Minta PWRI Dampingi Kades Buat Laporan Dana Desa

September 27, 2018
0

“Tahun depan rencananya (Dana Desa) akan meningkat menjadi Rp73 Triliun. Sangat besar uang-uang itu”

 

Presiden Joko Widodo, Ketua PB PWRI Haryono Suyono, dan Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo saat membuka Pekan Purnabakti Indonesia dalam rangka ulang tahun ke-56 PWRI di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (25/9/2018).

Jakarta,cakrawalapost.com – Presiden Joko Widodo meminta pensiunan PNS yang tergabung dalam Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) mendampingi Kepala Desa (Kades) untuk membuat laporan Dana Desa. Menurutnya, PWRI sangat berpengalaman sehingga dapat membantu aparat desa mengelola administrasi, terutama soal Dana Desa.
“Kemendes (Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi) ini kewalahan, karena masih banyak desa yang belum siap membuat laporan. Kedua, Kemendes perlu (bantuan) untuk pengawasan/ monitoring penggunaan Dana Desa,” tuturnya saat membuka Pekan Purnabakti Indonesia dalam rangka ulang tahun ke-56 PWRI di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (25/9/2018).
Ia mengatakan, besarnya jumlah Dana Desa yang disalurkan akan sangat bermanfaat bagi masyarakat jika digunakan dengan baik dan tepat sasaran.Sehingga, menurutnya, perlu ada pengawasan dari seluruh pihak agar program Dana Desa dapat berjalan dengan maksimal, di mana pada tahun 2015 Dana Desa yang disalurkan sebesar Rp20 Triliun, tahun 2016 sebesar Rp47 Triliun, tahun 2017 sebesar Rp60 Triliun, dan tahun 2018 sebesar Rp60 Triliun.
“Tahun depan rencananya (Dana Desa) akan meningkat menjadi Rp73 Triliun. Sangat besar uang-uang itu,” ujarnya.
Presiden pun menyambut baik kerja sama yang telah dijalin antara Kemendes PDTT dan PWRI yang bertujuan untuk bersama-sama membangun desa. Ia membuka ruang seluas-luasnya kepada PWRI untuk membantu membangun negara.
“Aset besar bangsa ini adalah kerukunan, keberagaman, persaudaraan. Saya titip, jangan habiskan energi kita untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Kami minta kepada PWRI untuk terus menyampaikan kepada masyarakat mengenai pentingnya persatuan dan persaudaraan di antara kita,” tandasnya.
Sebelumnya, Ketua PB PWRI Haryono Suyono mengatakan, telah diamanahkan oleh Kemendes PDTT untuk turut membantu membangun Desa. PWRI sendiri, kata dia, berkesempatan menempati 7.000 kantor di kecamatan yang berkewenangan membantu desa.
“Sebagian besar pensiunan ini kembali ke desa. Tidak jarang dari jabatan Dirjen turun jadi ketua RT. Ada yang jadi ketua RT lebih lama dibandingkan jadi PNS (Pegawai Negeri Sipil) karena tidak diganti-ganti. Ada yang jadi Ketua RW, ada yang jadi punggawa desa,” ungkapnya.
Selain membantu Kemendes PDTT, lanjutnya, PWRI juga aktif membantu Kementerian Sosial dalam menangani persoalan kaum disabilitas dan masyarakat yang masih terpinggirkan. Dalam kesempatan tersebut, Haryono Suyono meminta Presiden untuk terus memberikan semangat kepada PWRI dalam membantu membangun desa.
“Mereka ini pensiunan biasanya di rumah. Tapi semenjak Pak Presiden kasih gaji 13, mereka menjadi merasa terpanggil untuk membantu desa maupun kota. Kami harap jangan kapok pak membantu hadiah lebaran,” tuturnya di hadapan Presiden dan Para Menteri yang hadir.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Mendes PDT Eko Putro Sandjojo, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. (jpp/des)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *