DPRD Probolinggo Gelar Rapat Paripurna Istimewa Penyampaian Rekomendasi DPRD Atas LKPJ Wali Kota

Mei 11, 2018
0

Probolinggo, cakrawalapost.com – DPRD Kota Probolinggo menggelar rapat paripurna istimewa penyampaian rekomendasi DPRD terhadap LKPJ Walikota Probolinggo tahun 2017, Jum’at (11/5/2018). Rapat paripurna dihadiri oleh Ketua DPRD Agus Rudiyanto Ghafur, Walikota Probolinggo Rukmini, Sekdakot Bambang Suwigyo, Wakil Ketua DPRD Muchlas Kurniawan, Kepala OPD serta para Camat dan Lurah se Kota Probolinggo.

Ketua DPRD Agus Rudiyanto Ghafur menyampaikan, rapat peripurna ini menindaklanjuti sebagaimana pada tanggal lima Mei lalu, Badan Anggaran Dewan telah sampaikan hasil kerjanya untuk menanggapi Nota Penjelasan Walikota tanggal 19 April yang lalu, selanjutnya hasil banggar di angkat melalui rekomendasi DPRD. Dan hasil rekomendasi DPRD dimaksud akan disampaikan saat ini.

Roy Amran, Perwakilan DPRD dalam penyampaian rekomendasi DPRD terhadap LKPJ Walikota probolinggo tahun 2017 menyampaikan, ada lima ruang lingkup analisis LKPJ Walikota Probolinggo meliputi, capaian indikator makro ekonomi dan sosial daerah, capaian indikator kinerja keuangan daerah, capaian indikator visi misi, tujuan dan capaian daerah, capaian indikator dari sisi tiga aspek yaitu: aspek kesejahteraan masyarakat, aspek pelayanan umum, dan aspek daya saing daerah, selanjutnya capaian indikator kinerja per urusan.

Kondisi perekonomian Kota Probolinggo dapat dilihat dari beberapa indikator makro ekonomi dan sosial daerah, diantaranya pertumbuhan ekonomi, PDRB, PDRB perkapita, tingkat pengangguran terbuka (TPT), inflasi, perkembangan investasi dan tingkat kemiskinan.

Sebagaimana yang di laporkan dalam laporan dokumen LKPJ Walikota Tahun 2017 bahwa, pembangunan ekonomi kota terus mengalami perubahan ke arah yang lebih baik. Hal ini ditandai dengan meningkatnya total PDRB setiap tahunnya baik atas dasar harga berlaku maupun atas dasar harga konstan. Pertumbuhan ekonomi meningkat tahun 2017 dilaporkan 6,11% demikian juga inflasi memang meningkat pada 3,18% namun masih cukup terkendali, hal ini menunjukan bahwa terdapat perbaikan kondisi ekonomi kota probolinggo kearah yang lebih baik.(wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *