Komisi D DPRD Surabaya Sesalkan Soal Bocornya Soal USBN SMA

Maret 24, 2017
0

Wakil Ketua Komisi D Junaidi

Surabaya, cakrawalanews.co – Kasus kebocoran soal Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) SMA di Surabaya disesalkan oleh kalangan legislatif.

Wakil Ketua Komisi D yang membidangi masalah pendidikan DPRD Surabaya, Junaedi menyesalkan dan mendesak Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur melakukan evaluasi terhadap perencanaan, program dan sistem pengamanan soal Ujian Sekolah Berstandar Nasional. “Kebocorannya dari mana, harus ada pembenahan,” tuturnya, Jumat (24/03)

Junaedi menegaskan evaluasi itu dilakukan guna mengetahui penyebab terjadinya kebocoran soal, seperti yang ditemukan Ombudsmen jawa Timur, di dua sekolah di Surabaya, yakni SMA Trimurti dan SMA Negeri 10 Surabaya.

Ia menduga jika kebocoran soal yang menyebar melalui jejaring media social tersebut benar terjadi, pihaknya memperkirakan ada oknum yang sengaja melakukannnya. “Kalau ada motif jual beli, berarti ada oknum yang sengaja bermain,” duganya.

Politisi Partai Demokrat Tersebut mengatakan, karena berkaitan dengan kerahasiaan negara, kebocoran soal Ujian yang terjadi mengarah ke masalah pidana. “Ini sudah masuk ranah hukum, karena soal ujian yang diberikan ke siswa sifatnya rahasia,” paparnya

Junaedi menilai  dengan adanya kasus kebocoran soal ujian tersebut, praktis bsia menciderai system pendidikan di Surabaya.

Untuk mengantisipasi agar kasus terebut tak terung kembali, pihaknya mengharapkan, dinas pendidikan Jawa timur, selaku instansi yang berwenang mengelola pendidikan SMA SMK. Melakukan cross check ke sekolah terkait, guna mencari penyelesaiannnya.

“Setelah di cross check, kemudian terbukti ada oknum yang bermian, maka resiko ditanggung sendiri,” tandas Junaedi

Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) untuk SMA, berlangsung 20 – 22 Maret, sedangkan SMK, pelaksanaannya 20- 23 Maret.

Kasus Bocornya soal ujian terdeteksi pada pelaksanaan ujian hari pertama, saat Ombudsmen Jatim menerima laporan tentang bocoran soal dari seorang guru.

Pelapor membawa bukti berupa salinan soal USBN yang telah difotocopy. Dalam bukti terebut terdapat tiga tipe soal USBN.

Setelah dicocokkan ternyata seluruh soal yang bocor dan yang diujikan sama. Setelah Ombusmens Jatim melaukan sidak ke beberapa sekolah, mereka menemukan penyebaran bocoran soal di dua sekolah yakni di SMA tri Murti dan SMA 10.(hdi/cn03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *