Dewan Minta Operasional Restoran dan PKL Saat Ramadhan Dibatasi

Mei 31, 2016
0

Surabaya, cakrawalanews.co – Setelah berhasil membatasi Jam operasional Rumah Hiburan Umum (RHU) disetiap bulan Ramadhan, kini pihak dewan mendesak Walikota Surabaya Tri Tismaharini mengeluarkan himbauan yang mengatur jam berjualan para Pedagang Kaki Lima (PKL) makanan dan Restoran.

Wakil Ketua DPRD Surabaya Masduki Toha meminta Pemkot Surabaya mengeluarkan kebijakan pembatasan jam berjualan PKL dan restoran.

Selama ramadhan, Para pedagang makanan ini diharapkan memulai aktivitasnya setiap harinya mulai pukul 15.00 WIB. Mulai dari setelah sahur sampai sebelum pukul 15.00 restoran dan PKL makanan tutup.

“Jam 3 sore aktivitas penjual makanan di mulai, agar menghormati umat islam yang berpuasa. Saya rasa waktu itu sudah cukup untuk menyiapkan makanan buat orang berbuka puasa,” jelasnya, Senin (30/50.

Politisi asal Fraksi Kebangkitan Bangsa(FKB) ini memandang, Pemkot Surabaya selama ini belum dapat mewujudkan kondisi yang nyaman bagi para umat islam yang berpuasa. Padahal Walikota Surabaya perlu membuat suasana kondusif dan nyaman  bagi umat muslim yang menunaikan ibadah puasa.

Ia menambahkan, tujuan dikeluarkannya himbauan Walikota ini, agar para umat islam yang menjalankan ibadah puasa bisa khidmat dan khusuk. Menurutnya, sudah saatnya orang – orang yang menjalankan ibadah puasa di hormati, bukan orang puasa mennghargai yang tidak puasa.

“Risih rasanya kalo ada PKL yang berjualan di siang hari saat bulan puasa, meski ditutup oleh kain. Sebaiknya Pemerintah meniru Pemerintah Banjarmasin. Disana sudah ada Peraturan Daerah(Perda) yang membatasi jam berjualan pedagang makanan saat bulan ramadhan,” cetusnya.

Masduki memandang, perkara mudah bagi walikota untuk mengeluarkan himbauan itu. Paslanya, di beberapa daerah seperti Banjarmasin sudah membatasi jam buka pkl dan restoran ketika lebaran.

“Kalau di Banjarmasin sudah diperdakan, di Surabaya belum ada, jadi perlu ada himbauan,” jelasnya.

Selain itu, Masduki meminta Pemkot Surabaya mengantisipasi kondisi jelang lebaran. Biasanya, sering kali terjadi kriminalitas. Angka kriminal pada momen lebaran selama ini cukup tinggi. Hal itu karena kebutuhan waktu lebaran banyak, sehingga memantik orang gelap mata.

“Pemkot harus kerja ekstra selama ramadhan ini. Suasana aman dan nyaman sangat diperlukan untuk orang puasa,” tukasnya.

Sementara itu, Wakapolrestabes Surabaya AKBP Deny Nasution mengaku sudah melakukan rapat koordinasi dengan Walikota Surabaya Tri Rismaharini. Musyawarah yang dilakukan beberapa hari lalu ini bertujuan untuk menyambut bulan ramadhan.

“Kita rapat untuk membuat suasana keamanan dan ketertiban masyarakat selama ramadhan bagus, orang yang berpuasa nyaman dan kondusif,” urainya.

Mantan Kapolres Madiun ini membenarkan, jelang ramadhan angka kriminal merangkak naik. Karena itu, pihaknya mensiasati dengan operasi ketupat. Razia ini berlangsung selama 14 hari. H – dan H + lebaran.

“Titik rawannya itu di rumah mewah, tempat perbelanjaan baik mall atau pasar. Tempat-tempat ini yang menjadi sasaran kriminal,” tandasnya.(mnhdi/cn03)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *