Komisi D akan Bahas Soal Utang Pemkot Rp 4,75 M Ke Perum Bulog Dirapat Pansus LKPJ Pekan Depan

April 21, 2016
0

Surabaya, cakrawalanews.co – Kabar tak sedap soal adanya tanggungan hutang pembayaran beras Raskin kepada Perum Bulog yang belum dibayarkan oleh Pemkot Surabaya sebesar Rp. 4,7 miliar.

Rupanya menjadi catatan tersendiri bagi Pemkot Surabaya dimata anggota DPRD kota Surabaya. Aggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Dyah Katarina berencana bakal membahas permasalahan tersebut saat pihaknya melakukan rapat pansus LKPJ.

” Aku belum tahu permasalahannya. Minggu depan komisi kami rapat pansus LKPJ. Nanti hal ini pasti akan dibahas ” ujar politisi asal partai PDI Perjuangan ini saat dikonfirmasi Kamis (21/04).

Seperti diketahui, program Pemkot Surabaya yang menggratiskan beras untuk masyarakat miskin (Raskin) memunculkan persoalan baru. Pasalnya, program yang dimulai sejak awal tahun 2016 ini rupanya membuat Pemkot menunggak hutang kepada Perum Bulog. Tak tanggung-tanggung Perum Bulog menyebutkan hutang yang belum dibayar oleh Pemkot sebesar Rp 4,75 miliar.

Kepala Divre Bulog Jatim, Witono berharap pembayaran tunggakan raskin yang ditanggung Pemkot Surabaya bisa segera diselesaikan.

“Kami beli gabah dan beras petani itu pinjam dari bank pemerintah dengan bunga komersil. Kalau sekarang ada tunggakan pembayaran (dari APBD Pemkot Surabaya) kami bisa rugi dong,” katanya.

Sementara itu, Pihak Pemkot Surabaya, ketika dikonfirmasi belum ada jawaban, Kepala Bapemas kota Surabaya, Nanis Chairani ketika dikonfirmasi melaui sambungan telepon juga tidak ada jawaban, begitu pula ketika konfirmasi melaui pesan singkat juga tidak ada jawaban hingga berita ini diturunkan.

Adapun perhitungan alokasi raskin bagi warga Kota Surabaya yakni untuk 65.991 RTSPM (rumah tangga sasaran penerima manfaat). Untuk tiap RTSPM mendapatkan alokasi raskin sebanyak 15 kg. artinya per bulan alokasi raskin yang disalurkan mencapai 989.865 kg.

Jika dihitung sesuai biaya tebus raskin sebesar Rp 1.600 per kg, maka biaya yang ditanggung Pemkot Surabaya tiap bulannya mencapai Rp 1,58 miliar. Dengan alokasi penyaluran Januari hingga April biaya yang ditanggung Pemkot Surabaya mencapai Rp 6,3 miliar. Namun penyaluran raskin empat bulan tersebut masih sebanyak 75 persen sehingga dana yang seharusnya dibayarkan saat ini mencapai Rp 4,75 miliar.

Dengan menggratiskan raskin bagi warga Kota Surabaya, maka perhitungan per tahun dari beban APBD Kota Surabaya mencapai Rp 19 miliar. Di Jawa Timur penerima raskin secara keseluruhan berjumlah 2.857.469 RTSPM yang besarnya mencapai 42.862 ton per bulan telah tersebar di 8.506 titik distribusi.(mnhdi/cn03)

Berita Terkait : Pemkot Nunggak Utang Raskin Rp 4,75 M ke Perum Bulog

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *